// <![CDATA[PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR JALAN PADA RUAS JALAN LINGKAR KADIPATEN]]> Romi Hadisaputra - 222002010 Dosen Pembimbing 1 Silvia Sukirman, Ir. Samun Haris, MT.
Jalan adalah prasarana transportasi yang sangat dibutuhkan dalam menunjang berbagai kegiatan. Untuk kelancaran transportasi tersebut diharapkan kualitas perkerasan jalan yang direncanakan memiliki keawetan sesuai dengan umur rencana dan dapat memberikan keamanan dan kenyamanan dalam berlalu lintas. Ruas jalan Lingkar Kadipaten direncanakan sepanjang 6 km. Konsultan Perencana PT. Perentjana Djaja merencanakan tebal perkerasan lentur menggunakan Metode Analisis Komponen tahun 1989 yang merupakan modifikasi dari Metode AASHTO 1972. Saat ini Bina Marga telah menerbitkan Metode Bina Marga 2002 yang mengacu pada AASHTO 1993, dan dimodifikasi sesuai dengan kondisi jalan di Indonesia. Oleh karena itu perlu dipelajari perbedaan kedua metode dan hasil tebal perkerasannya. Pada Metode Bina Marga 2002 memasukkan parameter Reliabilitas (R) untuk memperhitungkan kemungkinan variasi perkiraan lalu lintas, dan koefisien drainase (m) untuk kondisi lingkungan setempat . Angka Ekivalen (E) Metode Analisis Komponen 1989 lebih besar dari Angka Ekivalen Metode Bina Marga 2002 untuk SN = 6, untuk semua jenis kendaraan yang menggunakan Jalan Lingkar Kadipaten. Tebal lapisan permukaan menggunakan Metode Bina Marga 2002 hampir sama tebalnya dengan yang direncanakan oleh Konsultan Perencana PT. Perentjana Djaja yang menggunakan Metode Analisis Komponen 1989. Dari hasil perhitungan kedua metode diperoleh tebal lapis permukaan dengan menggunakan Metode Bina Marga 2002 lebih tebal dibandingkan Metode Analisis Komponen 1989. Kata Kunci: Angka Struktural (SN), tebal lapis permukaan, angka ekivalen(E)