// <![CDATA[TINJAUAN PERBANDINGAN MANJEMEN MUTU PADA KONTRAKTOR DI KOTA BANDUNG]]> Andhika Juwandra - 222000009 Dosen Pembimbing 1 Bernardinus Herbudiman, S.T., M.T. Rini Ratnayanti, MT.
Akibat terbukanya perdagangan bebas di tahun 2003, persaingan bisnis makin meningkat tajam baik dipasar domestik (nasional) maupun global (internasional). Salah satu upaya perusahaan untuk memenangkan persaingan dengan peningkatan mutu produk atau jasa adalah mendapatkan sertifikasi ISO 9002 yang dapat diterapkan juga dalam bisnis konstruksi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem manajemen mutu pada industri konstruksi yang telah dan belum mendapatkan sertifikasi ISO 9002, dibandingkan dengan elemen-elemen mutu dalam ISO 9002. Penelitian ini menggunakan metode survei berupa kuesioner yang dibagikan kemudian diisi oleh kontraktor, lalu diolah dengan menggunakan metoda analisa rata-rata sehingga didapatkan nilai kinerja sistem manajemen mutu pada kontraktor. Hasil analisa rata-rata menunjukkan bahwa kontraktor yang menggunakan ISO 9002 memiliki konsistensi manajemen mutu sesuai dengan yang disyaratakan pada ISO 9002, sedangkan kontraktor yang belum menggunakan ISO 9002 telah memiliki sistem manajemen mutu yang cukup baik, namun harus lebih banyak ditingkatkan agar sesuai dengan sistem manajemen mutu yang terdapat pada ISO 9002. Pada kontraktor yang telah menggunakan ISO 9002, skala penerapan manajemen mutu terkecil terdapat pada elemen Peralatan Inspeksi, Pengukuran dan Test dengan nilai sebesar 3,9, sedangkan pada kontraktor yang belum menggunakan ISO 9002, skala penerapan manajemen mutu terkecil terdapat pada elemen Tanggung Jawab Manajemen dengan nilai sebesar 3,2. Kata Kunci : ISO 9002, sistem manajemen mutu, kontraktor, Bandung.