KAJIAN PERILAKU STRUKTUR BANGUNAN NON-ENGINEERED DI BENGKULU TERHADAP BEBAN GEMPA
Bengkulu merupakan daerah yang rawan gempa. Gempa 4 Juni 2000 telah menghancurkan sebagian besar rumah penduduk Bengkulu. Tindakan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan dalam penilaian atau pemeriksaan kerusakan pada bangunan pasca bencana (gempa). Selanjutnya hasil tersebut digunakan untuk mengklasifikasi setiap tingkat
kerusakan. Agar dapat menentukan atau perlakuan perbaikan terhadap komponen-komponen struktur yang mengalami kerusakan. Rekomendasi perbaikan ini dilakukan untuk
mengembalikan kemampuan struktur beton, meningkatkan kemampuan struktur beton, dan mengurangi gaya gempa.
Penelitian ini dilakukan dengan observasi jenis dan bagian bangunan yang mengalami kerusakan, analisis menggunakan program SAP 2000 dengan memodelkan rumah berdasarkan hasil observasi serta memberikan beban pada model tersebut, membandingkan hasil observasi dan analisis, dan selanjutnya merumuskan rekomendasi perbaikan sesuai dengan tingkat kehancuran. Berdasarkan hasil observasi, sebagian besar rumah yang hancur akibat gempa di Bengkulu tidak menerapkan konsep rumah tahan gempa. Hasil analisis menggunakan SAP 2000 juga menunjukkan konsentrasi tegangan di daerah tertentu. Terdapat daerah-daerah pada dinding bangunan yang menderita gaya dalam ekstrem dan mempunyai kecenderungan yang mirip dengan hasil observasi yang dilakukan. Berdasarkan hal ini dilakukan perbaikan dan perkuatan pondasi, kolom, dinding, dan atap bangunan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2007).KAJIAN PERILAKU STRUKTUR BANGUNAN NON-ENGINEERED DI BENGKULU TERHADAP BEBAN GEMPA ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.KAJIAN PERILAKU STRUKTUR BANGUNAN NON-ENGINEERED DI BENGKULU TERHADAP BEBAN GEMPA ().Teknik Sipil:FTSP,2007.Text
MLA Style
.KAJIAN PERILAKU STRUKTUR BANGUNAN NON-ENGINEERED DI BENGKULU TERHADAP BEBAN GEMPA ().Teknik Sipil:FTSP,2007.Text
Turabian Style
.KAJIAN PERILAKU STRUKTUR BANGUNAN NON-ENGINEERED DI BENGKULU TERHADAP BEBAN GEMPA ().Teknik Sipil:FTSP,2007.Text