// <![CDATA[PEMODELAN PEMILIHAN MODA ANTARA OJEK DAN BECAK ( STUDI KASUS :]]> FAISAL RAHMAN / 22.2000.087 / SI Dosen Pembimbing 1 Dr. Dwi Prasetyanto, Ir., M.T.
Pergerakan manusia timbul karena adanya proses pemenuhan kebutuhan. Dalam melakukan pergerakan terdapat dua pilihan yaitu bergerak dengan menggunakan moda transportasi atau tanpa moda transportasi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis tingkat pemilihan moda transportasi antara ojek dan becak di kawasan Bandung Timur.Lokasi penelitian terletak di lima titik di kawasan Bandung Timur, yaitu di Jl. Golf raya, Jl. Raya Panyileukan, Jl. Cibiru Hilir, Jl. Cipamokalan, dan Jl. Indramayu. Survei data meliputi data jumlah kendaraan per hari, data tarif dalam jarak yang sama, data kecepatan, data waktu tempuh kendaraan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda. Survei dilakukan pada tanggal 31 Maret 2007, 5 April 2007, 7 April 2007, 21 April 2007, 23 April 2007. Analisis data dengan menggunakan metode logit biner selisih dan logit biner nisbah. Untuk persamaan yang dihasilkan oleh metode logit biner selisih adalah P=1/(1+e-(-0.99608+0.00036(Cb-Co))). Dan untuk persamaan yang dihasilkan oleh metode logit biner nisbah adalah P=1/(1+0.999933(Co/Cb) 9.045198). Berdasarkan dari hasil analisis, diperoleh hasil bahwa Masyarakat Bandung Timur lebih banyak menggunakan moda ojek dibandingkan dengan moda becak. Terlihat pada persentase yang menggunakan moda ojek sebesar 61 % Sedangkan untuk moda becak sebesar 39 %. Untuk faktor terbesar masyarakat di kawasan Bandung Timur dalam pemilihan moda ojek adalah faktor waktu, sebesar 55 %. Sedangkan untuk pemilihan moda becak, faktor terbesar adalah faktor kenyamanan, sebesar 47 %.