// <![CDATA[ANALISA PENENTUAN KOEFISIEN TANAMAN ( KC ) DALAM BUDIDAYA PADI INTENSIFIKASI.]]> IHSAN NAUFAN / 22.2002.125 / SI Dosen Pembimbing 1 WANNY K. ADIDARMA, Dr., Ir., M.Sc. LANNY MARTAWATI, Ir., M.Eng.
Selama ini, padi dianggap sebagai tanaman air yang membutuhkan genangan pada permukaan tanah selama masa pertumbuhannya agar dapat tumbuh dengan sempurna. Padi yang memiliki tinggi genangan kurang dari yang disyaratkan dianggap tidak akan dapat berproduksi secara maksimal. Metoda System of Rice Intensification (SRI) membuktikan bahwa dengan pengelolaan tanah dan proses penanaman yang tepat, padi tidak memerlukan genangan sepanjang masa pertumbuhannya untuk dapat berproduksi secara optimal. Perbedaan perlakuan pemberian air pada metoda SRI dan metoda konvensional menyebabkan diperlukannya pemeriksaan konsumsi air pada tanaman yang merupakan salah satu parameter penting dalam menghitung kebutuhan air untuk tanaman tersebut yang berguna dalam perencanaan irigasi. Dengan menggunakan Neraca Kesetimbangan Air, perubahan kelembaban tanah setiap waktunya dapat diketahui. Tingkat konsumsi tanaman diketahui dari perbandingan antara kebutuhan penambahan air untuk memenuhi kelembaban tanah dengan air irigasi yang diberikan. Dengan mengkalibrasi nilai evapotranspirasi potensial (ETc) pada neraca kesetimbangan air, harga koefisien tanaman (Kc) dapat ditentukan. Kondisi ini terjadi saat jumlah kebutuhan penambahan air dan jumlah irigasi yang diberikan mencapai nilai yang sama. Kata kunci : SRI, evapotranspirasi potensial, neraca kesetimbangan air, koefisien tanaman.