// <![CDATA[KAJI BANDING PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU METODE BINA MARGA 1988 DAN METODE AASHTO 1993. ( STUDI KASUS JALAN LINGKAR KADIPATEN JAWA BARAT ).]]> YUDIAN PERMANSYAH / 22.2002.101 Dosen Pembimbing 1 Silvia Sukirman, Ir.
Lalu lintas kendaraan saat ini semakin tinggi, untuk itu dibutuhkan prasarana transportasi yang dapat mendukung kondisi tersebut. Salah satu faktor penting di dalamnya adalah kinerja perkerasan selama masa layan. Untuk perkerasan kaku, tebal pelat beton merupakan elemen utama yang menentukan kinerja perkerasan selama masa layan. Terdapat banyak metode untuk mendesain tebal pelat beton ini, diantaranya Metode AASHTO 1993 dan Bina Marga 1988. Pada Tugas Akhir ini tebal perkerasan beton semen direncanakan dengan menggunakan metode Bina Marga 1988 dan metode AASHTO 1993. Pengkajian kedua metode ini dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan penentuan tebal lapisan perkerasan beton semen. Adapun data yang digunakan dalam perhitungan ini adalah data hasil survey lapangan serta analisa data pembangunan Ruas Jalan Lingkar Kadipaten Jawa Barat dengan umur rencana 10 tahun, data geometrik jalan, data lalu lintas dan data daya dukung tanah. Perencanaan tebal perkerasan kedua metode tersebut memberikan hasil yang berbeda. Pada metode Bina Marga 1988 diperoleh tebal pelat 18 cm dan pada metode AASHTO 1993 diperoleh tebal pelat 26 cm menggunakan cara analitis.