// <![CDATA[STUDI EKSPERIMEN KAPASITAS TARIK DAN LENTUR PENJEPIT CONFINEMENT KOLOM BETON.]]> AGUNG WIDIYANTORO / 22.2003.043 / SI Dosen Pembimbing 1 Bernardinus Herbudiman, S.T., M.T. HAZAIRIN, MT.
Arrangement kolom standar, yaitu tipe close-stirrup dan single-leg. mempunyai tingkat kesulitan dalam hal metode, sudut, dan panjang pembengkokan. Pada kolom berdimensi besar, arrangement confinement tipe 2-U dan 4-C lebih mudah dipabrikasi, namun memiliki kelemahan yaitu mudah lepas karena tipikal tidak ada pengait. Untuk mengatasi hal ini, penjepit digunakan agar kolom memiliki kekuatan yang mendekati atau sama dengan bentuk standar. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh penjepit pada kuat lekat dan tarik tulangan sengkang. Studi eksperimental di laboratorium dilakukan melalui serangkaian tahapan penelitian yang meliputi pengujian kuat tarik tulangan, pabrikasi tulangan dan penjepit, pengecoran benda uji, perawatan beton, uji kuat tekan silinder, uji kuat lekat tulangan, uji tarik penjepit dan uji tarik lentur penjepit. Tulangan lurus tanpa penjepit mempunyai kapasitas lekat paling tinggi, yaitu 4,5 N/mm2. Tulangan dengan tambahan 1 dan 2 penjepit mengalami penurunan kapasitas lekat namun tidak linier dengan penambahan penjepitnya. Kapasitas angkur sebesar 4583.33 N. Tambahan jumlah penjepit tidak linier dengan besarnya peningkatan kapasitas tarik penjepit. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya peningkatan kapasitas tarik sebesar 3800 N untuk tambahan 1 penjepit dan 1200 N untuk tambahan penjepit yang kedua, maka peningkatan kapasitas tarik penjepit yang kedua hanya sebesar 31.57% dari penjepit yang pertama. Tambahan jumlah penjepit tidak linier dengan besarnya peningkatan kapasitas tarik-lentur penjepit. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya peningkatan kapasitas tarik- lentur sebesar 363750 Nmm untuk tambahan 1 penjepit dan 228750 Nmm untuk tambahan penjepit yang kedua Kata kunci: penjepit, sengkang, kapasitas lekat, tarik, tarik-lentur