// <![CDATA[KAJIAN PEDOMAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PT.T-01-2002-B.]]> INDRIYANTI / 222004003 Dosen Pembimbing 1 Ir. Silvia Sukirman
Perkerasan jalan berfungsi untuk memikul beban lalu lintas yang semakin hari semakin meningkat. Oleh karena itu diperlukan metode yang tepat untuk merencanakan tebal lapisan perkerasan jalan. Saat ini Indonesia menggunakan Metode Bina Marga Pt. T-01-2002-B mengacu pada AASHTO 1993 yang dikembangkan berdasarkan studi pada jalan percobaan di Amerika. Tugas akhir ini mengkaji kesesuaian Metode Bina Marga Pt. T-01-2002-B untuk digunakan di Indonesia. Kajian dilakukan terhadap parameter perencanaan yang digunakan. Jenis lapisan permukaan yang digunakan AASHTO 1993 hanya beton aspal, sedangkan Indonesia memiliki berbagai jenis lapis permukaan, sehingga Indonesia memiliki berbagai nilai IP0. IPt pada Pt. T-01-2002-B berkisar antara 1 sampai dengan 2,5, sedangkan AASHTO 1993 hanya memiliki nilai IPt 2, 2,5 dan 3. Hal ini menyebabkan tabel E yang disediakan pada Pt. T-01-2002-B tidak lengkap dan tidak ada rumus untuk menghitungnya. Nomogram dan rumus yang digunakan sama dengan AASHTO 1993 sehingga satuan tebal yang digunakan menjadi inci yang tidak lazim digunakan di Indonesia. Karakteristik beton aspal dinyatakan dengan modulus elastisitas, tanpa adanya korelasi dengan nilai stabilitas Marshall.