// <![CDATA[PEMODELAN DIVERSI KENDARAAN PADA JALAN TOL BELMERA MEDAN]]> NURUL ULFAH / 22.2003.002 Dosen Pembimbing 1 Dr. Dwi Prasetyanto, Ir., M.T.
Pergerakan manusia timbul karena adanya proses pemenuhan kebutuhan. Dalam perencanaan dan pemodelan transportasi, ada beberapa model utama yaitu model grafis dan model matematis. Model grafis adalah model yang menggunakan gambar, warna, dan bentuk sebagai media penyimpanan informasi mengenai keadaan sebenarnya (realita). Model grafis sangat diperlukan, khususnya untuk transportasi, karena perlu mengilustrasikan terjadinya pergerakan (arah dan besarnya) yang terjadi yang beroperasi secara spasial (ruang). Model matematis menggunakan persamaan atau fungsi matematika sebagai media dalam usaha mencerminkan realita. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari PT. Jasa Marga Medan mengenai studi pasca Toll Road pada tahun 1988. Berdasarkan nilai koefisien determinasi yang terbesar maka dipilih persamaan untuk gol 1 P = 150,45 – 45,3 log (X) dengan R 2 = 0,1743 dan persamaan untuk gol 2 P = (1,2978 0,01278X) 1 e 1 − − + dengan R 2 = 0,3801. Dilihat dari sebaran data yang kurang baik, maka koefisien determinasinya relatif kecil. Semakin besar tarif terhadap waktu tempuh maka semakin kecil persen kendaraan yang masuk ke jalan tol sedangkan semakin jauh jarak yang ditempuh maka semakin besar tarif yang harus dibayar.