// <![CDATA[STUDI PARAMETER MARSHALL PADA CAMPURAN SMA 0/11 MENGGUNAKAN SERAT BATANG POHON PISANG]]> YONDRA FETA ERIZAL / 22.2003.078 Dosen Pembimbing 1 8860110016 - Silvia Sukirman., Ir.,M. Si
Saat ini terdapat berbagai jenis beton aspal salah satunya adalah Split Mastik Aspal (SMA), yaitu beton aspal bergradasi terbuka. SMA seringkali menggunakan selulosa sebagai aditif. Untuk mendapatkan berbagai alternatif pengganti serat selulosa dilakukan penelitian yang menggunakan serat batang pohon pisang. Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain untuk menentukan kadar aspal optimum dari masing-masing variasi pemakaian persentase serat batang pohon pisang pada campuran SMA 0/11 dan kemungkinan penggunaan serat batang pohon pisang untuk campuran SMA 0/11. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian sifat agregat, aspal dan campuran Split Mastik Aspal (SMA) 0/11 dengan bahan tambah serat batang pohon pisang dengan kadar 1%, 2% dan 3% dari berat aspal. Berdasarkan hasil analisis dari data pengujian di laboratorium, maka diperoleh kesimpulan antara lain agregat kasar dan agregat halus yang digunakan memiliki berat jenis yang memenuhi persyaratan, sedangkan penyerapan agregat kasar dan agregat halus tidak memenuhi persyaratan. Kadar aspal optimum dengan kadar serat batang pohon pisang 1 %, 2 %, 3 % dari berat aspal berturut-turut sebesar 7,35 %, 7,2 % dan 7,35 %. Penelitian dilanjutkan dengan membuat benda uji berserat batang pohon pisang 1 %, 2 %, 3 % dari berat aspal, dan kadar aspal = 7,3 %, yang hasilnya menunjukkan bahwa seluruh parameter Marshall memenuhi spesifikasi campuran SMA. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa, stabilitas maksimum dan flow minimum terdapat pada kadar serat batang pohon pisang 2 %, VIM dan VMA menurun dengan meningkatnya kadar serat batang pohon pisang, sedangkan nilai VFA meningkat dengan meningkatnya kadar serat batang pohon pisang. Kata Kunci: Split Mastik Aspal, Serat Batang Pohon Pisang, Parameter Marshall.