DESAIN TEBAL PERKERASAN TAMBAHAN MENGGUNAKAN DATA BENKELMAN BEAM JALAN SOEKARNO HATTA - BANDUNG.
Perkerasan suatu jalan yang telah melayani lalu lintas, akan mengalami perubahan pada permukaan jalan dan struktur perkerasan seluruhnya. Untuk itu perlu diberikan lapis tambahan untuk dapat kembali mempunyai nilai kekuatan, tingkat kenyamanan, tingkat keamanan, tingkat kekedapan terhadap air dan tingkat kecepatan air mengalir sesuai yang direncanakan. Metode perencanaan tebal lapis tambah yang digunakan pada jalan Soekarno – Hatta adalah metode lendutan balik yang mengacu pada Pedoman Perencanaan Tebal Lapis Tambah Perkerasan Lentur Dengan Metode Lendutan (Pd. T-05-2005-B) yang dikeluarkan oleh Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah.
Data lendutan balik diperoleh dari alat Benkelman Beam dan data volume lalu lintas tahun 2007 diperoleh dari Konsultan. Hasil analisis menunjukan nilai repetisi lalu lintas selama umur rencana adalah 51.719.624,96 lss/UR/lajur rencana. Tebal lapis tambah yang dibutuhkan adalah 27,2 cm laston untuk segmen 1 dan 25,8 cm laston untuk segmen 2
Detail Information
Citation
APA Style
. (2009).DESAIN TEBAL PERKERASAN TAMBAHAN MENGGUNAKAN DATA BENKELMAN BEAM JALAN SOEKARNO HATTA - BANDUNG. ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.DESAIN TEBAL PERKERASAN TAMBAHAN MENGGUNAKAN DATA BENKELMAN BEAM JALAN SOEKARNO HATTA - BANDUNG. ().Teknik Sipil:FTSP,2009.Text
MLA Style
.DESAIN TEBAL PERKERASAN TAMBAHAN MENGGUNAKAN DATA BENKELMAN BEAM JALAN SOEKARNO HATTA - BANDUNG. ().Teknik Sipil:FTSP,2009.Text
Turabian Style
.DESAIN TEBAL PERKERASAN TAMBAHAN MENGGUNAKAN DATA BENKELMAN BEAM JALAN SOEKARNO HATTA - BANDUNG. ().Teknik Sipil:FTSP,2009.Text