// <![CDATA[PENGARUH GRADASI AGREGAT KASAR PADA KUAT TEKAN BETON FC` 40 MPA.]]> ANDRIAN ARIA KUSUMAH / 222003001 / SI Dosen Pembimbing 1 Bernardinus Herbudiman, S.T., M.T.
Beton adalah batu buatan yang terbentuk antara agregat kasar maupun halus, air dan semen dalam komposisi tertentu. Dalam campuran beton, agregat kasar merupakan komponen yang memberikan kekuatan paling besar terhadap beton. Penelitian ini akan membandingkan gradasi alami dan gradasi buatan dan asal agregat kasar Subang, Lagadar, dan Padalarang. Campuran yang akan diuji memiliki kuat tekan rencana 40 MPa. Metode yang digunakan dalam mix design adalah metode American Concrete Institute (ACI). Penelitian ini untuk mengetahui gradasi agregat kasar, asal agregat kasar, dan variasi reduksi air 0%, 5%, 10%, dan 15% terhadap kuat tekan beton 40 MPa. Penambahan superplasticizer variasi sebesar 0,25%, 0,6%, 2%, dan 3% untuk kuat tekan rencana 40 MPa. Pada pengujian beton kuat tekan rencana 40 Mpa dengan pengurangan air yang dilakukan adalah sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15% dan penambahan zat kimia superplasticizer 0,25%, 0,6%, 2%, 3% menghasilkan nilai slump 7,5, 6, 3,7, dan 2 cm. Persen kenaikan kuat tekan yang terjadi antara gradasi alami dan gradasi buatan umur 28 hari untuk agregat kasar Subang 8,98% dan agregat asal Lagadar 19,85% dan agregat asal Padalarang 0,70%. Agregat kasar Subang dan Padalarang gradasi alami memiliki butir agregat mendekati gradasi agregat yang di-syaratkan ASTM C33 berbentuk bersudut banyak dan memiliki butiran yang tidak seragam. Sementara untuk agregat asal Lagadar dominan agregat berbentuk bulat dan seragam sehingga kemampuan mengunci antar agregat kasar kurang baik sehingga beton lebih cepat runtuh apabila menerima tekan. Kata Kunci: gradasi agregat, reduksi air, superplasticizer, kuat tekan rencana.