// <![CDATA[KINERJA PERSIMPANGAN DENGAN KOORDINASI SIMPANG ANTARA JALAN SUMATERA - JALAN LEMBONG DENGAN JALAN VETERAN - JALAN SUNDA.]]> TAUFIK PRAWIRA HIDAYAH / 22.2003.019 / SI Dosen Pembimbing 1 Sofyan Triana, MT.
Salah satu sumber permasalahan yang sering terjadi di kota Bandung adalah kemacetan pada persimpangan, salah satunya pada persimpangan Jl.Sumatera-Jl.Lembong dengan Jl. Veteran-Jl.sunda. Hal ini diakibatkan oleh pengaturan lampu lalu lintas yang kurang optimal. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kinerja persimpangan jalan Sumatera dengan jalan Sunda dengan menggunakan empat skenario. skenario pertama menggunakan waktu siklus eksisting,dengan hasil nilai tundaan rata-rata (D) 15,17 smp-jam/jam, Panjang antrian rata-rata (QL): 66 m, nilai rasio kendaraan berhenti rata-rata (NS): 0,785 stops/smp, dan nilai Derajat Kejenuhan (DS): 0,73 skenario kedua menggunakan waktu siklus 34 detik dengan nilai D: 5,475 smp-jam/jam, nilai QL: 50 m, nilai NS: 0,975 stops/smp, nilai DS: 0,605 , dan skenario ketiga dengan menggunakan waktu siklus 74 detik dengan nilai D: 17,505 smp-jam/jam, nilai QL: 88 m, nilai NS: 0,84 stops/smp, nilai DS: 0,845, dan skenario keempat menggunakan waktu siklus 40 detik, dengan nilai D: 6,865 smp-jam/jam, nilai QL: 34 m, nilai NS: 0,57 stops/smp, nilai DS: 0,67. Metode yang digunakan adalah Manual Kapasitas Jalan Indoneisa (MKJI) 1997. Hasil dari analisis didapat bahwa kinerja yang paling efektif antara kedua persimpangan yang dikoordinasikan adalah dengan menggunakan waktu siklus 40 detik. Dikarenakan nilai (D), nilai (NS), nilai (QL) dan nilai (DS) yang dihasilkan lebih kecil dari ketiga skenario yang lain dan juga berdasarkan MKJI 1997 pengaturan dua fase waktu siklus yang layak adalah 40-80 detik.