// <![CDATA[KAJIAN PEMANFAATAN KABEL PADA PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BATANG KAYU.]]> ESTIKA / 22.2005.037 / SI Dosen Pembimbing 1 Bernardinus Herbudiman, S.T., M.T.
Permasalahan transportasi yang terjadi di pedesaan salah satunya disebabkan oleh hambatan arus lalu lintas berupa sungai, danau ataupun jurang. Jembatan rangka batang kayu merupakan pilihan yang efektif dan efisien untuk masalah tersebut. Keunggulan jembatan rangka batang kayu dibandingkan dengan jembatan lainnya, antara lain: lebih ringan, bahan–bahan mudah didapat dengan biaya yang relatif murah, mudah pengerjaannya, memiliki nilai estetika, arsitektur dan dekoratif yang tinggi. Dalam merancang jembatan yang aman namun cukup ekonomis, yang harus diperhatikan adalah bagaimana menentukan pilihan dimensi yang sesuai. Jembatan rangka batang memiliki beberapa elemen struktur, seperti gelagar melintang, gelagar memanjang, batang bawah, batang tegak dan batang diagonal. Penelitian ini dilakukan dengan memodelkan 6 variasi bentuk jembatan rangka dengan perletakan sederhana dengan bentang 20 meter, lebar 4 meter serta tinggi jembatan di tengah bentang sebesar 3 meter. Diantara ke 6 model tersebut, ada beberapa model yang memanfaatkan kabel baja dengan kuat leleh fy 1670 MPa sebagai batang tariknya. Kombinasi pembebanan dan pembebanan pada jembatan berdasarkan RSNI T-02-2005, tentang peraturan pembebanan untuk jembatan. Penelitian ini dianalisa dengan bantuan software SAP 2000 sehingga didapatkan model dan dimensi penampang yang paling aman dan ekonomis. Parameter batas layan yang diperiksa adalah kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur, kuat geser dan lendutan. Selanjutnya, pengaruh variasi dimensi dan pemanfaatan kabel baja terhadap batas layan diperiksa. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa jembatan yang menggunakan material kayu pada semua penampangnya dengan model batang atas sejajar batang bawah merupakan model yang paling ekonomis, aman dan lendutan yang dihasilkan juga sangat kecil yaitu 12,38% dari lendutan izinnya. Untuk kabel yang digunakan sebagai bracing saja khususnya bracing silang di dalam rangka-nya menjadikan lendutan cenderung mengecil sebesar 14,43% dari lendutan izinnya sedangkan kabel yang digunakan sebagai bracing dan batang bawah menjadikan lendutan membesar sebesar 16,8% - 17,2% dari lendutan izinnya. Kata kunci : jembatan rangka batang kayu, kabel, lendutan.