// <![CDATA[KAJIAN PEMBEBASAN ANGIN PADA STRUKTUR BANGUNAN TINGGI.]]> HARIS FADILAH / 22.2004.044 / SI Dosen Pembimbing 1 Bernardinus Herbudiman, S.T., M.T.
Dalam dunia teknik sipil, perencanaan bangunan konstruksi yang tinggi beban angin harus diperhitungkan, beban angin ini akan mengancam suatu bangunan konstruksi yang tinggi, karena semakin tinggi suatu bangunan konstruksi maka akan semakin besar pula kecepatan angin yang diterima sehingga sangat rentan terhadap keruntuhan. Di indonesia sendiri dalam perencanaan gedung bertingkat tinggi pengaruh beban angin sering diabaikan, ini dikarenakan di indonesia tidak ada badai seperti di negara-negara lainnya, contohnya USA, maka pembebanan angin dianggap tidak menentukan. Bangunan berupa struktur beton bertulang yang terdiri dari 3 bangunan, yaitu bangunan lantai 5, lantai 15 dan lantai 30. Mutu beton yang digunakan adalah fc’= 26 MPa , mutu baja fy = 360 MPa dan mutu baja tulangan geser fys = 210 MPa. Bangunan lantai 5, lantai 15 dan lantai 30 memiliki lebar dan panjang bangunan yang sama, yaitu lebar = 24 m dan panjang = 36 m. Beban angin yang digunakan diambil berdasarkan data Klimatologi BMG Bandung tahun 2007 dengan kecepatan maksimal 13 knots atau 14.95 mph atau 24.05 km/jam dan peraturan UBC 1997 dengan kecepatan rencana 100 mph atau 160.9 km/jam. Respon spektrum yang digunakan adalah wilayah gempa 4 dengan jenis tanah sedang. Penelitian difokuskan pada pengaruh beban angin terhadap ketinggian bangunan. Dari hasil analisis menggunakan softwere SAP 2000 didapat gaya-gaya dalam, gaya tersebut dibandingkan satu sama lain terhadap lantai bangunan gedung. Gaya aksial(P) kombinasi beban mati hidup lebih dominan pada struktur balok dan kolom, sedangkan untuk gaya dalam momen arah 2 (M2), momen arah 3 (M3), geser arah 2 (V2), geser arah 3 (V3) kombinasi dominannya tergantung kepada ketinggian bangunan. Kata kunci: angin, SAP 2000, gaya geser, gaya momen