// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK CELANA JEANS DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) (Studi Kasus Di CV. EMLTD INDICO)]]> Ir. Yuniar, M.T Ir. Lisye Fitria, M.T. ZULFI NUR UTAMA/ 132011119 Penulis
CV. EMLTD INDICO adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri garmen, khususnya membuat celana jeans. Perusahaan ini memiliki konsep makloon, yaitu membuat celana jeans dengan menggunakan merek dagang perusahaan lain yang melakukan subkontrak. Seiring dengan berkembangnya perusahaan yang memproduksi celana jeans di Indonesia, maka tingkat persaingan antar perusahaan semakin tinggi. Untuk dapat bersaing perusahaan ini harus meningkatkan kualitas. Kualitas celana jeans dalam suatu pabrik salah satunya dapat dilihat dari sedikitnya jumlah produk cacat. Jumlah produk cacat dapat mengurangi daya beli konsumen yang dapat mengakibatkan kerugian pada perusahaan. Pada bulan April tahun 2015 perusahaan CV EMLTD INDICO sedang memproduksi celana jeans dengan merek NIMCO. Pada saat proses pengerjaan produk tersebut tidak berjalan dengan mulus, karena masih terdapat jumlah cacat yang berada diluar batas toleransi 2% dari keseluruhan produksi. Jenis cacat yang terjadi, seperti cacat kain bergores, benang loncat, benang putus, kerapihan dalam menjahit, dan kesalahan dalam menempatkan komponen bartack dengan bagian ban. Penyebab jenis cacat tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya, seperti kain denim, operator, kondisi mesin, dan kondisi lingkungan kerja. Untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkan metode analisis yang tepat guna. Metode tersebut adalah Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Metode FMEA dibagi menjadi beberapa tahap dalam mengaplikasikannya diantaranya, yaitu tahap severity, occurance, prevention, detection, dan menghitung nilai Risk Priotrity Number (RPN). Tahap severity berguna untuk mengkalsifikasikan tingkat keseriusan potensial failure mode ke dalam kriteria yang telah ditentukan. Tahap occurance berguna untuk menentukan seberapa sering potensial failure mode terjadi ke dalam kriteria occurance. Tahap prevention merupakan identifikasi terhadap pencegahan apa saja yang sudah diberlakukan perusahaan untuk meminimasi cacat produksi celana jeans. Tahap detection berguna untuk mengidentifikasi seberapa efektif tindakan pencegahan yang sudah diberlakukan perusahaan terhadap kriteria detection. Tahap menghitung nilai RPN berguna untuk menentukan seberapa kritis potensial failure mode. Hasil nilai RPN dari metode FMEA kemudian dianalisis dengan menggunakan diagram pareto yang berguna untuk menentukan potensial failure mode yang termasuk kedalam kumulatif 80% dan membutuhkan tindakan perbaikan. Potensial failure mode yang terpilih dengan menggunakan diagram pareto, kemudian diidentifikasi menggunakan metode FTA. Metode FTA akan menjabarkan akar masalah dari potensial failure mode. Akar masalah yang terjadi akan menjadi bahan usulan perbaikan untuk meminimasi kecacatan produksi celana jeans di perusahaan tersebut. Berdasarkan hasil usulan perbaikan didapatkan kesimpulan bahwa nilai RPN pada metode FMEA mengalami penurunan. Penurunan tersebut menjadi nilai positif bagi perusahaan CV EMLTD INDICO dalam mengatasi jumlah cacat produksi celana jeans.