// <![CDATA[USULAN STRATEGI PEMASARAN BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN PRODUK TAS CARRIER JAYAGIRI OUTDOORS VANGUARD]]> Yuniar, Ir., MT. AFDAL / 13-2010-131 Penulis Hendang Setyo Rukmi, ST., MT.
Olahraga mendaki gunung (climbing) dari tahun ke tahun semakin digemari oleh anak muda yang ada di Jawa Barat khususnya di Kota Bandung. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya komunitas penyuka olahraga mendaki gunung di Kota Bandung. Pada umumnya anggota komunitas tersebut tergabung dalam komunitas pecinta alam yang ada di lingkungan kampus. Saat mendaki gunung (climbing) anggota komunitas pecinta alam memerlukan perlengkapan khusus outdoors. Perlengkapan khusus outdoors tersebut antara lain tali, tas ransel, sepatu, sendal, tenda, jaket, dan senter. Meningkatnya jumlah komunitas pecinta alam yang hobi mendaki gunung mendorong beberapa pelaku bisnis untuk memproduksi perlengkapan khusus outdoors. Kondisi tersebut menyebabkan tingkat persaingan bisnis produk outdoors semakin ketat. Salah satu pelopor pembuat produk outdoors di Indonesia adalah Jayagiri. Produk pertama Jayagiri adalah tas ransel dan kantung tidur. Peningkatan penjualan produk Jayagiri belum terjadi semenjak krisis moneter. Sebagai pelopor produk outdoors Jayagiri berkeinginan untuk menjadi pemimpin pasar. Oleh karena itu, untuk memenangkan persaingan produk-produk outdoors perusahaan harus menerapkan strategi pemasaran yang tepat yang berdasarkan persepsi dan preferensi konsumen. Sebagai langkah awal, dalam penelitian ini akan dicari faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam pemilihan produk outdoors yaitu tas carrier melalui identifikasi atribut-atribut yang dipentingkan oleh konsumen yang mengacu pada klasifikasi bauran pemasaran (marketing mix) 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Physical Evidence, Process). Kemudian merek apa saja yang menjadi pesaing terdekat, keunggulan apa saja yang dimiliki oleh Jayagiri dan para pesaing, dan bagaimana karakteristik pembeli produk outdoors Jayagiri. Pemecahan permasalahan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Multidimensional Scalling. Dari hasil identifikasi objek penelitian dan identifikasi atribut pemilihan produk didapatkan 4 merek yang menjadi pesaing Jayagiri yaitu, Eiger, REI, Consina, dan Alpina serta ada 23 atribut terpilih yang dipertimbangkan oleh konsumen. Pada hasil pengolahan data peta posisi Jayagiri terhadap merek-merek produk outdoors lain serta peringkat Jayagiri terhadap pesaing dengan menggunakan bantuan software SPSS 17.0 dengan menggunakan metode Multidimensional Scalling. Variabel bauran pemasaran 7P yang dianalisis adalah atribut yang memiliki rata-rata tingkat kepentingan dengan nilai 3 yang diberikan oleh konsumen. Berdasarkan posisi dan peringkat yang diperoleh kemudian dianalisis merek tas carrier yang menjadi pesaing terdekat bagi Jayagiri yaitu REI. Dari hasil hasil analisis tersebut langkah terakhir yang dilakukan adalah memberika usulan strategi pemasaran terhadap manajemen Jayagiri. Usulan yang diberikan berdasarkan variabel bauran pemasaran 7P yang dimulai dari variabel product adalah variasi model dari produk tas carrier Jayagiri dibandingkan pesaing masih dinilai kurang menarik bagi konsumen. Kemudian variabel price adalah variasi harga dari Jayagiri menurut konsumen masih terjangkau dibandingkan merek lain. Untuk variabel place adalah untuk tempat penjualan/toko yang terletak di daerah perkotaan dapat dijangkau oleh konsumen dan kantor yang diletakkan diluar kota dapat memberikan suasana yang tenang dan tidak padat seperti daerah perkotaan. Untuk variabel promotion adalah promosi yang dilakukan pihak Jayagiri lewat media sosial seperti website dirasa masih terdapat kekurangan pada tampilan web-nya yang kurang menarik pada lamannya. Untuk variabel people adalah kesigapan pegawai dalam melayani konsumen masih belum memuaskan. Untuk variabel physical evidence adalah kenyamanan toko dirasa masih kurang karena luas dari toko Jayagiri tidak terlalu besar. Sedangkan untuk variabel process adalah dengan menambah 1 mesin pembayaran (kasir) agar tidak menyatu lagi dengan tempat penyimpanan data hasil penjualan produk. Dari usulan yang diberikan diharapkan pihak manajemen Jayagiri dapat mengimplementasikan usulan tersebut dalam waktu dekat.