// <![CDATA[RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU TALANG MENGGUNAKAN MODEL PERSEDIAAN STOKASTIK JOINT REPLENISHMENT DI PT. SANLON]]> ENDEN CITRA KARTIKA SARI /13-2011-243 Penulis
Pengendalian persediaan bahan baku dalam suatu perusahaan dapat membantu untuk meminimumkan ongkos. PT. Sanlon merupakan perusahaan yang memproduksi talang dan memiliki dua supplier yaitu PT. Lautan Luas dan PT. AKR, masing-masing supplier memasok enam bahan baku dan dua bahan baku. PT. Sanlon memiliki masalah dalam pemesan bahan baku, pemesanan bahan baku dilakukan secara individual order atau pemesanan secara terpisah pada masing-masing supplier. Solusinya adalah sistem pemesanan dari satu supplier yang memeasok bahan baku terbanyak dilakukan secara gabungan atau joint replenishment, dimana pemesanan dilakukan menggunakan Model-P atau model periodic review. Untuk Model-P atau periodic review terlebih dahulu menentukan interval waktu pemesanan untuk memperbaiki sistem persediaan bahan bakunya. Oleh sebab itu kemungkinan terjadinya pemesan bahan baku secara terpisah dapat diminimumkan, karena sudah memiliki interval waktu pemesanan. Model-P atau periodic review dikembangkan oleh Eynan dan Kropp (1998) yang mempunyai variable keputusan yaitu interval waktu pemesanan dan inventory level tiap jenis bahan baku. Setelah dilakukan perhitungan interval waktu pemesanan didapatkan sebesar 1.615 bulan atau sekitar 7 minggu dan inventory level yang berbeda-beda untuk setiap bahan bakunya. Sehingga didapatkan frekuensi pemesanan sebanyak 6 kali dalam satu tahun sedangkan metode yang digunakan perusahaan didapatkan frekuensi sebanyak 49 kali dalam satu tahun. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ongkos persediaan berdasarkan hasil rancangan lebih kecil dibandingkan dengan metode yang perusahaan gunakan.