// <![CDATA[PERBAIKAN KUALITAS PRODUK UBIN SEMEN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS DAN FAULT TREE ANALYSIS DI BALAI BESAR KERAMIK]]> Drs. R. Hari Adianto, M.T. Gita Permata Liansari, S.T., M.T. AYUNISA RACHMAN/ 13.2012.153 Penulis
Balai Besar Keramik merupakan unit pelaksana dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri yang memberikan layanan jasa teknologi pada industri yang memberikan pelayanan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi dan pengembangan kompetensi industri keramik. Salah satu produk yang sedang diteliti adalah ubin semen. Pada keadaan saat ini, kualitas ubin semen jauh di bawah SNI. Itu dikarenakan oleh cacat kuat lentur pada ubin semen yang dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu komposisi, tekanan pembentukan, dan perawatan. Maka perlu diadakan analisis pada ubin semen untuk memberikan usulan perbaikan kualitas proses produksi ubin semen. Usulan tersebut akan memperbaiki kualitas proses produksi ubin semen untuk dapat memenuhi kualitas SNI untuk pembuatan keramik, khususnya ubin semen. Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) merupakan suatu teknik yang tepat untuk dapat mengindentifikasi penyebab dari timbulnya cacat pada kualitas kuat lentur. FMEA berfungsi untuk mendapatkan potential cause dari cacat kuat lentur dan menentukan nilai Risk Priority Number (RPN). Output terpilih dari RPN akan selanjutnya diidentifikasi lebih lanjut dengan metode Fault Tree Analysis (FTA). FTA berfungsi untuk menentukan akar permasalahan potential cause. Dari akar permasalahan tersebut dapat ditentukan usulan perbaikan agar dapat membantu Balai Besar Keramik untuk mengurangi resiko kecacatan dan meningkatkan kualitas kuat lentur terhadap ubin semen.