// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN PRODUK CACAT MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN FTA PADA PT. SYGMA EXAMEDIA ARKANLEEMA]]> Windhi Yulianty Kartika/ 13-2011-205 Penulis Ambar Harsono, Ir., MT. Gita Permata L, ST., MT.
PT. Sygma Examedia Arkanleema merupakan perusahaan percetakan Al Qur’an. Pencetakan Al Qur’an terkadang mengalami kegagalan dan menghasilkan produk cacat. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi untuk mengurangi produk cacat menggunakan metode FMEA dan FTA. Metode FMEA untuk mencari prioritas cacat yang harus segera diperbaiki berdasarkan nilai RPN sedangkan metode FTA untuk mencari akar masalah dari setiap jenis cacat. Penelitian dilakukan pada QC Inline dan QC Incoming. Kecacatan yang sering terjadi adalah isi membayang dengan persentase 31%. Jenis cacat yang diteliti terdapat 8 jenis dari 15 jenis cacat yang ada pada kedua QC karena 8 jenis cacat ini lebih sering terjadi. Kedelapan jenis cacat yang diteliti adalah isi membayang, isi kotor, isi mengerut, isi sobek, isi belah, register tidak rata, warna pudar, dan border tidak rata. Jenis cacat tersebut kemudian dicari fault mode, efek, penyebab dan tindakan pencegahan yang telah dilakukan perusahaan pada worksheet FMEA. Hasilnya adalah nilai RPN yang merupakan perkalian antara nilai severity, nilai occurrence, dan nilai detection. RPN tertinggi adalah 288 berada pada cacat isi membayang, isi kotor dan isi mengerut. Diagram pareto kemudian digunakan agar perbaikan cacat bersifat menyeluruh dan hasilnya terdapat 6 jenis cacat yang harus segera diperbaiki. Keenam jenis cacat tersebut adalah isi membayang, isi kotor, isi mengerut, isi sobek, isi sobek dan register tidak rata. Metode FTA kemudian digunakan untuk mencari akar masalah dari jenis cacat tersebut dan akan menjadi dasar untuk menentukan solusi perbaikannya. Solusi yang didapat diantaranya penambahan operator QC Inline, pembersihan mesin secara rutin, pembuatan dokumentasi tertulis, dan penambahan jumlah lampu.