// <![CDATA[RANCANGANJIG FIXTURE UNTUK PROSES PENCEKAMAN PRODUK COVER ON-OFF DI PT.PINDAD (PERSERO)]]> HARIS ADANDA / 13-2011-085 Penulis Hendro Prassetiyo, S.T., M.T. Rispianda, S.T., M.T. M.Phil
Industri manufaktur saat ini telah berkembang pesat, hal ini dapat dilihat dari jumalah perusahaan manufaktur yang bermunculan dan semakin bertambah. Perusahaan manufaktur pada dasarnya memiliki peranan penting untuk mengubah suatu barang mentah menjadi barang jadi yang memiliki suatu nilai lebih tinggi. Kendala yang sering terjadi seiring berjalannya suatu kegiatan produksi di suatu perusahaan manufaktur ialah waktu setup dalam kegiatan produksi yang secara tidak langsung akan berpengaruh kepada output produk yang akan dihasilkan. Semakin lama kegiatan setup yang dilakukan terhadap suatu produk, akan mengakibatkan output produk yang semakin kecil. Beberapa alat yang biasa digunakan dalam melakukan kegiatan setup seperti vise jaw, ragum ataupun rotay table pada mesin milling, serta chuck yang digunakan pada mesin bubut. Semua alat tersebut merupakan suatu alat bantu yang digunakan sebagai salah satu tools untuk penunjang pada kegiatan produksi pada suatu perusahaan manufaktur. Alat bantu manufaktur lain yang digunakan pada mesin yang bersifat konvensional adalah alat bantu jig and fixture. Jig and fixture merupakan suatu alat bantu yang digunakan untuk membuat duplikasi past yang akurat (Hofman, 1996). Alat bantu jig and fixture terdiri dari dua buah komponen utama yaitu jig dan fixture. Jig dipergunakan sebagai alat untuk mengarahkan mata pahat agar sesuai dengan proses yang diinginkan. Fixture dipergunakan sebagai alat untuk memegang dan memposisikan suatu benda kerja agar dalam kondisi yang kaku (rigid). Alat bantu jig and fixture dikatakan baik apabila dapat meminimalisir 12 macam arah gaya berdasarkan prinsip-prinsip dasar seperti yang di kemukakan menurut Hofman. Cover On-Off merupakan salah satu komponen yang berfungsi sebagai pengereman kereta api yang pada kegiatan produksinya mengaplikasikan penggunaan alat bantu jig and fixture. permasalahan yang terjadi pada penggunaan alat bantu ini dimana satu buah komponen cover on-off di proses menggunakan tiga buah alat bantu yang pastinya membutuhkan tiga kali kegiatan setup sehingga menghasilkan waktu setup yang lama, serta belum terpenuhinya 12 prinsip macam arah gaya.