// <![CDATA[Studi Korelasi Antara Kapasitas Daya Motor Electrical Submersible Pump (ESP) Terhadap Parameter Kedalaman Sumur, Total Dynamic Head (TDH), Hasil Produksi Perjam, dan Hasil Produksi Perhari per-TDH]]> Ridwan Arif Akbar/ 11-2011-024 Penulis Decy Nataliana, Ir. M.T. Nandang Taryana, M.T.
Electrical Submersible Pump (ESP) merupakan salah satu sistem pumping yang digunakan dalam produksi minyak bumi dengan menggunakan motor induksi sebagai penggerak utama. Motor ESP terintegrasi dengan Pompa yang ditanamkan ke dalam sumur. Kinerja sistem ESP berlangsung secara terusmenerus atau 24 jam non-stop. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja motor yang menyebabkan hasil produksi menurun. Di dalam dunia eksplorasi minyak ada yang dikenal dengan istilah wellpad dan wellhead. Wellpad merupakan area terbatas di atas permukaan tanah yang terdiri dari beberapa wellhead, sedangkan wellhead merupakan salah satu bagian dari pumping unit yang terletak paling atas atau kepala sumur, yang mewakili 1 sumur minyak. Hasil produksi minyak mentah berbeda-beda untuk masingmasing wellpad, di mana 1 wellpad terdiri dari beberapa sumur dan masingmasing sumur memiliki kedalaman yang berbeda sehingga kapasitas motor dan pompa yang digunakan berbeda pula. Kapasitas pompa sangat bergantung pada parameter sumur minyak, yaitu kedalaman sumur, Total Dynamic Head (TDH), hasil produksi perjam, dan hasil produksi perhari per-TDH. Selain 4 parameter tersebut juga dianalisis terhadap friction loss yang terjadi pada tiap sumur. Oleh karena itu, dapat ditentukan korelasi antara kapasitas daya Motor ESP terhadap keempat paramter sumur tersebut. Metode yang digunakan untuk studi korelasi antara kapasitas daya motor ESP terhadap 4 parameter sumur ditinjau pada 3 wellpad yang berbeda dengan total 5 sumur minyak. Dari 5 sumur terdapat 5 kedalaman yang berbeda serta 4 Jenis kapasitas motor dan pompa yang berbeda. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis sistem diperoleh bahwa kapasitas daya motor berbanding lurus secara linier terhadap keempat parameter tersebut termasuk friction loss-nya berdasarkan perbandingan antara hasil data real dengan perhitungan menggunakan persamaan formula (3.6), (3.7), (3.11), dan (3.12) serta (3.16) untuk friction loss-nya.