// <![CDATA[STUDI KARAKTERISTIK IMPEDANSI PENTANAHAN DENGAN MODIFIKASI VARIASI DIAMETER YANG BERKONFIGURASI VERTIKAL DAN DIINJEKSI ARUS BOLAK-BALIK YANG BERFREKUENSI 50 Hz – 2MHz]]> SYLVIA OKTOBELLA PUSPITASARI/ 112010005 Penulis Dr. Ir. Bambang Anggoro Soedjarno P, M.T. Dr. Waluyo M.T.
listrik berkembang menyesuaikan kebutuhan baik kapasitas, panjang jaringan maupun tegangannya, sehingga arus gangguan yang mengalir ke tanah juga lebih besar dan busur listrik yang ditimbulkan tidak dapat padam dengan sendirinya. Hal ini dapat menimbulkan tegangan lebih transien yang sangat tinggi dan dapat membahayakan sistem, untuk itu diperlukan rancangan suatu sistem yang dapat mengatasi gangguan tersebut yaitu grounding sistem atau sistem pentanahan. Pada penelitian ini pengujian sistem pentanahan dibuat secara modifikasi yaitu menggunakan injeksi arus bolak-balik dengan modifikasi batang pentanahan yang bervariasi ukuran diameternya dan diberi injeksi frekuensi dari 50 Hz – 2MHz serta menggunakan treatment pasir. Metoda pengukuran yang digunakan dalah metoda 3 titik vertikal (driven rod). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai impedansi elektroda pentanahan yang dipengaruhi oleh variasi diameter tabung berisi pasir yang menggunakan metoda 3 titik serta mengetahui pengaruh injeksi arus AC pada karakteristik impedansi pentanahan. Dari hasil pengujian yang diperoleh terdapat nilai impedansi frekuensi rendah dan tinggi, yang menghasilkan nilai impedansi terkecil atau terbesar pada frekuensi tertentu yang dapat terlihat pada variasi 3 diameter. Dari hasil ketiga impedansi dapat di analisis bahwa nilai impedansi pada frekuensi rendah yang berdiameter 40 cm cenderung rendah dibandingkan diameter 20 cm dan 30 cm, begitu juga pada frekuensi tinggi terdapat nilai impedansi cenderung rendah pada diameter 40 cm dibandingkan 20 cm dan 30 cm. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar diameter pentanahan maka semakin kecil nilai impedansi dari sistem pentanahan yang dihasilkan.