// <![CDATA[PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN DAN KERJASAMA ANTAR DAERAH DALAM PEMENUHAN PANGAN KOTA BANDUNG]]> Salahudin, ST., MSi. Penulis Zulfadly Urufi, S.T., M.Eng Idham Maulana / 24 2003 019 Penulis R.Andrea Asvani / 24 2004 014 Dosen Pembimbing 1 Sandy Satriaprawira / 24 2004 015 Penulis
Pertumbuhan dan perkembangan Kota Bandung tidak terlepas dari adanya pertumbuhan penduduk dan aktivitasnya. Perkembangan ini merupakan wujud dari kebutuhan lahan yang dikaitkan dengan perkembangan kegiatan fungsional serta interaksi dari kegiatan yang ada. Perkembangan di berbagai bidang tersebut, menuntut tersedianya berbagai fasilitas sosial seperti perumahan, kegiatan bisnis dan komersil yang meliputi kegiatan perdagangan, dan jasa. Perkembangan aktifitas perkotaan berpengaruh terhadap pola penggunaan lahan, salah satunya adalah pola penggunaan lahan pertanian. Banyak penggunaan lahan pertanian yang terkonversi akibat perkembangan aktifitas perkotaan. Dampak konversi tersebut berpengaruh terhadap ketahanan pangan bagi masyarakat perkotaan. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui perubahan penggunaan lahan pertanian dan bentuk kerjasama antar daerah yang dilakukan dalam upaya pemenuhan pangan Kota Bandung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan analisis data kualitatif dan kuantitatif dengan alat bantu analisis pertampalan (overlay).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa luasan lahan pertanian di Kota Bandung yang terkonversi selama 2001-2009 seluas 1263.487 Ha, pola perubahan lahan sendiri yang terbesar terjadi dari lahan pertanian menjadi perumahan. Luasan lahan pertanian yang tersisa di Kota Bandung sendiri pada tahun 2009 seluas 1919.884 Ha. Dari hasil penelitian juga didapat jenis padi yang sesuai di Kota Bandung ialah jenis padi Ciherang dan IR 64. Berdasarkan luasan lahan pertanian yang tersisa apabila ditanam jenis padi Ciherang dan IR 64 dengan masa tanam sebanyak 2 (dua) kali, maka hasil produksi yang diperoleh ialah sebesar 16.319 ton. Kebutuhan akan beras ideal sendiri di Kota Bandung mencapai 60.405 ton, dengan demikian kebutuhan akan beras di Kota Bandung mencapai 44.086 ton guna memenuhi kebutuhan ideal. Untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kota Bandung khususnya beras, dibutuhkan lahan cadangan pertanian (sawah) seluas 5186,592 Ha pada tahun 2009 dan 7.663,432 Ha di tahun 2029. Untuk memenuhi kebutuhan lahan tersebut, dari hasil analisis didapat Kabupaten Bandung sebagai penyedia alternatif lahan cadangan. Setelah didapat lokasi lahan cadangan, maka selanjutnya menyusun bentuk perjanjian kerja samanya. Rekomendasi yang diberikan adalah pemberian insentif dan disinsentif selain itu perlu aturan yang tegas dalam hal konversi lahan yang terjadi serta pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Perlu adanya juga pengawasan dari pihak-pihak non pemerintah yang mengawasi perubahan alih fungsi lahan yang tidak sesuai prosedur. Untuk memenuhi kebutuhan akan beras di Kota Bandung sendiri perlu adanya kerjasama antara pemerintah Kota Bandung dengan pemerintah di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dalam hal penyediaan lahan cadangan guna memenuhi kebutuhan akan pangan (beras) bagi masyarakat Kota Bandung.