// <![CDATA[ANALISIS GETARAN PADA MOTOR PENGGERAK COOLING TOWER YANG MENGALAMI UNBALANCE]]> Ahmad Taufik, M.Eng., Ph.D. Encu Saefudin, Ir., M.T. Hasyim Maulana Abdul Malik / 12-2011-041 Penulis
Getaran merupakan respon dari sebuah sistem mekanik baik yang diakibatkan oleh gaya eksitasi yang diberikan maupun perubahan kondisi operasi sebagai fungsi waktu. Salah satu masalah umum yang dapat menimbulkan getaran pada mesin yaitu ketidakseimbangan pada elemen yang berputar. Getaran akibat ketidakseimbangan ini diakibatkan oleh pusat massa tidak sesumbu dengan sumbu. Analisis getaran adalah salah satu dari teknik condition monitoring untuk mengetahui kondisi kerusakan dari mesin yang dilakukan dengan cara pengukuran dengan menggunakan alat ukur getaran pada arah radial dan aksial. Untuk kasus unbalance terjadi pada arah radial, namun pada umumnya sering ditemukan di radial horizontal. Spektrum yang didapat dari lapangan lebih kompleks dibandingkan dengan spektrum hasil eksperimen di laboratorium. Kajian ini berisi tentang analisis getaran motor penggerak cooling tower PT. Pertamina (Persero) RU VI Balongan. Batas alert high ada pada 4,53 mm/s dan batas alert danger pada 7,16 mm/s. Pada pengukuran sinyal getaran di overall velocity pada motor penggerak cooling tower ini didapatkan amplitudo motor OB arah radial vertikal 5,24 mm/s dan arah radial horizontal 3,23 mm/s sedangkan amplitudo motor IB arah radial vertikal sebesar 6,76 mm/s, radial horizontal 3,12 mm/s, dan aksial 4,53 mm/s. Sinyal getaran tersebut tinggi di 1 x rpm mengindikasikan sistem tersebut mengalami ketidakseimbangan.