// <![CDATA[JADWAL PRODUKSI PRODUK COMBINATION DOUBLE WINDLASS MENGGUNAKAN PENDEKATAN SHIFTING BOTTLENECK HEURISTIC UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN DI PT. PINDAD (Persero)]]> Ir. Emsosfi Zaini, MT. Dzakiy Sulaiman Erbangga/ 13 – 2011 – 122 Penulis Rispianda, ST., MT., Mphil.
Industri manufaktur pada umumnya tidak lepas dengan kegiatan sistem produksi. Kegiatan sistem produksi mencakup segala aspek yang dibutuhkan oleh perusahaan dari menentukan jumlah produk yang akan diproduksi hingga produk tersebut selesai dikemas dan siap digunakan. Kegiatan sistem produksi tidak lepas dari kegiatan penjadwalan produksi seperti penjadwalan mesin dan penjadwalan job sehingga kegiatan produksi pada suatu perusahaan akan efektif dan efisien. Masalah penjadwalan produksi muncul karena adanya keterbatasan sumber daya yang dimiliki sehingga memungkinkan terjadinya penggunaan sumber yang sama pada saat yang bersamaan. Keterbatasan tersebut menyebabkan jadwal yang tidak sesuai, karena jadwal yang tidak sesuai maka yang terjadi adalah target produksi terlambat, perusahaan dikenai biaya penalty, ongkos produksi tinggi dan waktu penyelesaian produksi pun besar. PT. PINDAD (Persero) merupakan perusahaan manufaktur Indonesia yang bergerak dalam bidang produk militer dan produk komersial. Jenis produk yang dihasilkan bervariasi dengan jumlah permintaan yang berubah-ubah, tergantung dari pesanan dari konsumen. Pada proses produksinya PT. PINDAD (Persero) mengalami banyak penumpukan barang setengah jadi dilantai produksi, diakibatkan karena belum optimalnya penggunaan mesin-mesin yang ada dalam setiap pengerjaan produknya. Penumpukan barang setengah jadi tersebut akan mengganggu aktifitas kelancaran produksi dan waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi produk pun lama sehingga pada saat pengiriman barang untuk konsumen bisa dikatakan terlambat. Hal ini disebabkan oleh urutan jadwal order yang tidak tepat serta adanya perbedaan kapasitas dari setiap stasiun kerja, sehingga diperlukan peninjauan dalam penjadwalan diseluruh stasiun kerja, maka dalam penelitian ini perlu dibuat suatu jadwal produksi yang dapat meminimasi makespan. Metode yang akan digunakan untuk membuat jadwal produksi tersebut adalah algoritma shifting bottleneck heuristic. Algoritma ini merupakan suatu metode heuristik untuk membuat jadwal produksi yang dapat meminimasi makespan untuk pola aliran job shop (Pinedo, 1999). Algoritma ini dilakukan dengan cara menjadwalkan mesin satu per satu, dan mesin yang dipilih diantara mesin-mesin yang belum terjadwal adalah mesin yang diidentifikasi mengalami bottleneck, yaitu mesin yang mempunyai keterlambatan (lateness) maksimum. Berdasarkan hasil penjadwalan produksi pembuatan komponen kapal tug boat yaitu combination double windlass dengan menggunakan algoritma shifting bottleneck heuristic, diperoleh makespan sebesar 3996 menit sedangkan hasil penjadwalan produksi dengan prioritas short processing time diperoleh makespan sebesar 4320 menit. Hal ini berarti penjadwalan produksi dengan menggunakan algoritma shifting bottleneck heuristic menghasilkan makespan yang lebih kecil sehingga metode penjadwalan produksi ini bisa dipertimbangkan untuk diterapkan diperusahaan.