<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="5892">
<titleInfo>
<title><![CDATA[RANCANGAN KEMASAN BEDAK TABUR (LOOSE POWDER)
DENGAN MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ir. Yuniar, MT.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NURFATHIA RAHMAYANI/ 13-2011-149</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Arie Desrianty, S.T, MT.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Industri]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTI]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2015]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Bedak tabur atau yang sering disebut juga dengan loose powder merupakan salah satu
jenis bedak yang banyak digunkan oleh wanita. Bedak tabur memiliki tekstur yang serbuk
sehingga lebih menyerap minyak diwajah, selain itu kelebihan lain dari bedak tabur adalah
wajah terasa lebih ringan dan natural. Akan tetapi bentuknya yang serbuk menyebabkan bedak
mudah tercecer pada saat dipakai, selain itu kemasan bedak yang sering kali didesain terlalu
besar menyulitkan para pengguna bedak tabur untuk membawa pada saat aktifitas diluar rumah.
Untuk itu dibutuhkan perancangan kemasan bedak tabur yang dapat memfasilitasi keluhan
pengguna loose powder seperti mudah untuk dibawa pada saat aktifitas diluar rumah, tidak
banyak memakan tempat, dan tidak mudah untuk tercecer.
Untuk merancang kemasan yang dimaksud, dibutuhkan peran pengguna loose powder
guna menggali informasi. Kemasan yang dirancang harus disesuaikan dengan kebutuhan dan
keinginan pengguna loose powder. Metode perancangan yang mampu mengakomodasi hal
tersebut adalah Kansei Engineering. Metode ini menggunakan emosi responden yang
dituangkan ke dalam suatu bentuk kata-kata. Melalui kata-kata tersebut, seorang perancang
dapat merefleksikan keinginan konsumen menjadi suatu bentuk produk atau jasa. Pada
penelitian ini, dibutuhkan sejumlah atribut yang berkaitan dengan Kansei (emosi) produk yang
akan dirancang. Atribut-atribut tersebut tentunya harus ditunjang dengan berbagai literatur
sehingga dapat diterapkan ke dalam rancangan yang dimaksud.
Terdapat beberapa alternatif konsep dalam perancangan kemasan bedak loose powder
yang diperoleh berdasarkan hasil pengelompokan yang dilakukan dengan menggunakan metode
analisis faktor. Dalam memilih alternatif perancangan tersebut, diperlukan peran pengguna
bedak loose powder dan perancang agar memperoleh hasil rancangan yang baik. sejumlah
kansei yang didapat akan digabungkan dengan atribut yang telah diperoleh dengan
menggunakan metode Hayashi Quantification Theory Type 1. Metode tersebut lebih bersifat
objektif karena mampu melibatkan penilaian konsumen yang dituangkan kedalam bentuk
kuisioner.
Hasil akhir dari perancangan ini berupa suatu rancangan kemasan bedak loose powder.
Kemasan yang dirancang ini berukuran kecil dengan diameter 65 mm dan ketebalan 25 mm
sehingga mudah dipegang. Selain itu pada kemasan ini terdapat cermin, filter, dan tutup dibuka
dengan cara flip. Dengan kata lain kemasan ini dirancang dengan memperbaiki fungsi kemasan
yang sebelumnya dan menambahkan kekurangan yang tidak terdapat pada kemasan loose
powder sebelumnya.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Bedak tabur, kemasan, kansei engineering, kansei w]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[1808TI]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[1808TI]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[1808TI]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="2181" url="" path="/1808TI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[RANCANGAN KEMASAN BEDAK TABUR (LOOSE POWDER) DENGAN MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[5892]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-05-04 09:55:56]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-05-04 09:56:13]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>