// <![CDATA[RANCANGAN KEMASAN BEDAK TABUR (LOOSE POWDER) DENGAN MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING]]> Ir. Yuniar, MT. NURFATHIA RAHMAYANI/ 13-2011-149 Penulis Arie Desrianty, S.T, MT.
Bedak tabur atau yang sering disebut juga dengan loose powder merupakan salah satu jenis bedak yang banyak digunkan oleh wanita. Bedak tabur memiliki tekstur yang serbuk sehingga lebih menyerap minyak diwajah, selain itu kelebihan lain dari bedak tabur adalah wajah terasa lebih ringan dan natural. Akan tetapi bentuknya yang serbuk menyebabkan bedak mudah tercecer pada saat dipakai, selain itu kemasan bedak yang sering kali didesain terlalu besar menyulitkan para pengguna bedak tabur untuk membawa pada saat aktifitas diluar rumah. Untuk itu dibutuhkan perancangan kemasan bedak tabur yang dapat memfasilitasi keluhan pengguna loose powder seperti mudah untuk dibawa pada saat aktifitas diluar rumah, tidak banyak memakan tempat, dan tidak mudah untuk tercecer. Untuk merancang kemasan yang dimaksud, dibutuhkan peran pengguna loose powder guna menggali informasi. Kemasan yang dirancang harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pengguna loose powder. Metode perancangan yang mampu mengakomodasi hal tersebut adalah Kansei Engineering. Metode ini menggunakan emosi responden yang dituangkan ke dalam suatu bentuk kata-kata. Melalui kata-kata tersebut, seorang perancang dapat merefleksikan keinginan konsumen menjadi suatu bentuk produk atau jasa. Pada penelitian ini, dibutuhkan sejumlah atribut yang berkaitan dengan Kansei (emosi) produk yang akan dirancang. Atribut-atribut tersebut tentunya harus ditunjang dengan berbagai literatur sehingga dapat diterapkan ke dalam rancangan yang dimaksud. Terdapat beberapa alternatif konsep dalam perancangan kemasan bedak loose powder yang diperoleh berdasarkan hasil pengelompokan yang dilakukan dengan menggunakan metode analisis faktor. Dalam memilih alternatif perancangan tersebut, diperlukan peran pengguna bedak loose powder dan perancang agar memperoleh hasil rancangan yang baik. sejumlah kansei yang didapat akan digabungkan dengan atribut yang telah diperoleh dengan menggunakan metode Hayashi Quantification Theory Type 1. Metode tersebut lebih bersifat objektif karena mampu melibatkan penilaian konsumen yang dituangkan kedalam bentuk kuisioner. Hasil akhir dari perancangan ini berupa suatu rancangan kemasan bedak loose powder. Kemasan yang dirancang ini berukuran kecil dengan diameter 65 mm dan ketebalan 25 mm sehingga mudah dipegang. Selain itu pada kemasan ini terdapat cermin, filter, dan tutup dibuka dengan cara flip. Dengan kata lain kemasan ini dirancang dengan memperbaiki fungsi kemasan yang sebelumnya dan menambahkan kekurangan yang tidak terdapat pada kemasan loose powder sebelumnya.