PENERAPAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DALAM MENGUKUR KINERJA MESIN PRODUKSI WINDING
NT-880N UNTUK MEMINIMASI SIX BIG LOSSES
(Studi Kasus di PT. Nikkatsu Electric Works)
PT. Nikkatsu Electric Works adalah perusahaan swasta nasional yang memproduksi alat-alat listrik. Banyaknya permintaan terhadap produk ballast export, menjadikan salah satu faktor utama bagi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dengan cara memanfaatkan peralatan produksi seefektif mungkin dan menuntut kinerja mesin yang lebih tinggi untuk mencapai permintaan tersebut. Mesin winding NT-880N adalah mesin utama yang sering digunakan dalam proses produksi komponen ballast export yaitu coil bobbin. Jika mesin tersebut mengalami kerusakan maka akan mengakibatkan proses produksi terhambat. Selama ini perusahaan telah melakukan pengukuran efisiensi terhadap kinerja yang dilakukan dibagian proses winding, namun belum ada pengukuran terhadap efektivitas mesin yang digunakan. Pengukuran efisiensi yang tinggi belum tentu menghasilkan efektivitas yang tinggi pula, maka dari itu untuk terus dapat mempertahankan kualitas hasil produksi perusahaan diperlukan suatu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektifitas mesin produksinya.
Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah pengukuran tingkat efektivitas penggunaan suatu mesin/peralatan. Penggunaan OEE mempunyai tujuan untuk memaksimalkan efektivitas dari suatu mesin/peralatan. Tahap pertama untuk mengetahui nilai efektivitas mesin adalah dengan menghitung availability (ketersediaan), performance (performansi), dan quality (kualitas), setelah itu menghitung OEE. Dilanjutkan dengan menghitung six big losses untuk mengetahui kerugian yang terjadi jika nilai OEE rendah dengan hasil output yaitu persentase nilai kerugian pada mesin dihasilkan oleh mesin winding NT-880N. Setelah diketahui persentase kerugiannya maka selanjutnya diidentifikasi penyebab kegagalannya menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) berdasarkan nilai RPN tertinggi pada diagram pareto.
Pengukuran tingkat efektivitas mesin winding NT-880N menggunakan OEE di PT. Nikkatsu Electric Works didapatkan nilai rata-rata OEE untuk bulan Juli 2014-Juni 2015 adalah
32,706%, masih jauh dari nilai standar ideal OEE Institute of Plant Maintenance yaitu 84%. Jika dilihat dari six big losses nilai yang mempengaruhi OEE adalah Reduce speed losses, Idle and minor stoppages losses, dan defect in process losses. Setelah teridentifikasi penyebabnya ternyata kerugian tersebut disebabkan oleh delapan penyebab yang paling mempengaruhi efektivitas mesin yaitu bahan kawat habis, suhu udara ruangan yang panas, bising dan bau, coil gemuk, rendahnya kualitas bobbin, listrik padam, kawat terlalu besar, selang angin bocor, dan kelelahan operator. Penyebab tersebut perlu dilakukan perbaikan sehingga dapat meningkatkan nilai OEE.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2015).PENERAPAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DALAM MENGUKUR KINERJA MESIN PRODUKSI WINDING
NT-880N UNTUK MEMINIMASI SIX BIG LOSSES
(Studi Kasus di PT. Nikkatsu Electric Works) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PENERAPAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DALAM MENGUKUR KINERJA MESIN PRODUKSI WINDING
NT-880N UNTUK MEMINIMASI SIX BIG LOSSES
(Studi Kasus di PT. Nikkatsu Electric Works) ().Teknik Industri:FTI,2015.Text
MLA Style
.PENERAPAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DALAM MENGUKUR KINERJA MESIN PRODUKSI WINDING
NT-880N UNTUK MEMINIMASI SIX BIG LOSSES
(Studi Kasus di PT. Nikkatsu Electric Works) ().Teknik Industri:FTI,2015.Text
Turabian Style
.PENERAPAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DALAM MENGUKUR KINERJA MESIN PRODUKSI WINDING
NT-880N UNTUK MEMINIMASI SIX BIG LOSSES
(Studi Kasus di PT. Nikkatsu Electric Works) ().Teknik Industri:FTI,2015.Text