// <![CDATA[PERANCANGAN KAMPANYE MENGENAI GANGGUAN BAHASA EKSPRESIF PADA ANAK UNTUK ORANG TUA]]> Ganis resmisari, M.Ds MUHAMMAD LAILI/ 33-2011-118 Penulis Sri Retnoningsih, S.Sn, M.Ds
Dalam diri setiap anak, tersimpan potensi yang seharusnya dapat dimaksimalkan. Orang tua sebagai garda terdepan mempunyai tanggung jawab paling besar dalam mengontrol perkembangan anak. Namun, seringkali orang tua tidak sadar akan ancaman gangguan perkembangan pada anak. Perkembangan wicara pada anak adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan agar pertumbuhan anak maksimal. Perkembangan wicara anak yang terganggu dapat menjadi ancaman yang serius untuk pertumbuhan si anak kedepannya, baik secara teknis, psikis, maupun prestasi. Namun sayangnya, orang tua kerap kali terjebak dalam anggapan bahwa anaknya baik-baik saja dan dengan anggapan speech delay, apabila anaknya belum dapat berbicara merupakan hal yang wajar. Penyebab dari keterlambatan bicara tersebut bervariasi, salah satunya adalah karena adanya gangguan bahasa ekspresif (GBE) yang masih asing di telinga masyarakat. Oleh karena itu, melalui perancangan kampanye mengenai gangguan bahasa ekspresif, diharapkan orang tua dapat mengenal dan memahami apa itu GBE, bahayanya, serta penanganan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.