// <![CDATA[KAMPANYE MEMBANGUN KEWASPADAAN TERHADAP ANCAMAN GLAUKOMA BAGI KALANGAN USIA DEWASA MADYA]]> Hendro Prayitno, S.Sn Ridwan Syah Harun, S.Sos Restandari Sismandratama/ 33-2011-107 Penulis
Glaukoma berasal dari bahasa Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma. Glaukoma adalah penyakit pada saraf penglihatan yang menyebabkan lapang pandang menyempit dan dapat berakhir dengan kebutaan. Glaukoma termasuk kelompok penyakit mata yang diakibatkan berbagai faktor risiko. Peningkatan Intraocular Pressure (IOP) atau Tekanan Intraokuler (TIO), yakni tekanan pada bola mata tercatat sebagai penyebab terjadinya glaukoma. Glaukoma seringkali timbul tanpa gejala sampai pada fase akhir, kecuali glaukoma jenis akut yang secara tiba-tiba tekanan bola mata meningkat sehingga membuat mata menjadi terasa sangat sakit, hampir 50% penderita di negara maju tidak mengetahui telah menderita glaukoma terutama pada kasus glaukoma dini. Angka ini dapat mencapai 90% di negara berkembang termasuk Indonesia. Hal inilah yang mendasari perancangan kampanye untuk membangun kewaspadaan masyarakat mengenai penyakit glaukoma dilakukan, guna mengurangi jumlah penderita penyakit glaukoma di Indonesia.