RUMAH SAKIT ORTOPEDI PARAHYANGAN SENTRAL
Semakin banyak masyarakat Indonesia pada kota-kota besar yang mengalami berbagai masalah kesehatan yang dikarenakan pola hidup yang serba instan. Kota Bandung merupakan salah satu kota besar yang sedang berkembang pesat. Dengan pola hidup yang semakin instan mengakibatkan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh semakin berkurang, terutama vitamin dan kalsium yang dibutuhkan oleh tulang sebagai penunjang aktivitas manusia. Kekurangan dan kelebihan asupan vitamin dan gizi yang masuk ke dalam tubuh dapat mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit yang menyerang tulang, seperti osteoporosis, kiposis, osteomalacia, rickets, ankilokis, dan lain-lain. Penyakit tulang tidak hanya menyerang manula tetapi dapat menyerang segala usia jika masyarakatnya tidak menjaga kesehatan dan asupan gizi dan vitamin ke dalam tubuh.
Selain kurangnya menjaga asupan gizi dan vitamin, kasus dan insiden kecelakaan dapat menyebabkan cedera pada tulang. Maka dari itu dibutuhkan rumah sakit khusus yang menangani cedera dan penyakit pada tulang dikarenakan masih kurangnya rumah sakit khusus yang menangani penyakit dan cedera tulang khususnya di Kota Bandung ini.
Tema yang diambil pada proyek Tugas Akhir ini adalah “Analogy in Architecture”, yaitu perpaduan dimana fungsi yang kaku dibuat menjadi hangat dan modern. Tema ini mengacu kepada Kota Bandung sendiri yang semakin sini semakin pesat perkembangannya menjadi kota yang modern dan cerdas. Hal ini diwujudkan dengan menyeimbangkan antara bangunan dengan konsep anatomi yang membuat para pasien yang berkunjung tidak takut terhadap rumah sakit, dan juga sekaligus memberi wawasan dasar seputar tulang yang tidak hanya terlihat kokoh di luar saja tetapi sangat berongga di dalamnya namun berarti karena mengalirkan darah pembentuk tulang itu sendiri. Serta memberikan kenyamanan lebih bagi para penggunanya, terutama memfasilitasi para pasien dalam upaya penyembuhannya.
Tujuan dari perancangan rumah sakit ini yaitu merancang bangunan rumah sakit yang mampu memberikan sarana lengkap, pelayanan prima, kenyamanan, serta motivasi untuk cepat sembuh dari penyakit yang dideritanya. Selain itu, tujuan khususnya adalah merancang bangunan rumah sakit yang baik secara arsitektural berkaitan dengan fungsinya dan juga tema yang diangkat. Proses perancangan proyek ini dimulai dengan tahap pengumpulan data, analisis, dan pengembangan konsep.
Pengembangan konsep berupa konsep arsitektur, struktur, dan utilitas. Konsep-konsep yang telah disusun kemudian diaplikasikan menjadi suatu rancangan bangunan rumah sakit yang disesuaikan dengan tema yang mengacu kepada keseimbangan antara bangunan dan alamnya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2015).RUMAH SAKIT ORTOPEDI PARAHYANGAN SENTRAL ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.RUMAH SAKIT ORTOPEDI PARAHYANGAN SENTRAL ().Arsitektur:FTSP,2015.Text
MLA Style
.RUMAH SAKIT ORTOPEDI PARAHYANGAN SENTRAL ().Arsitektur:FTSP,2015.Text
Turabian Style
.RUMAH SAKIT ORTOPEDI PARAHYANGAN SENTRAL ().Arsitektur:FTSP,2015.Text