// <![CDATA[FLOATING SANGGRALOKA HOTEL Tema :]]> Dwi Kustianingrum, Ir., MT. Eka Virdianti, ST., MT. Muhammad Adliasad S. /21-2011-073 Penulis
Di Indonesia, terutama pada daerah wisata Lembang, Jumlah kunjungan wisatawan ke kota Bandung dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan selalu melampaui target, jumlah kedatangan wisatawan ke kota Bandung setiap pekannya mencapai 50.000 orang dan setiap tahunnya rata-rata mencapai 2 juta orang. Jumlah tersebut, 1,93 juta diantaranya wisatawan domestik dan 94.600 orang merupakan turis mancanegara. Tingkat hunian kamar hotel juga setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2007 terjadi peningkatan kira-kira mencapai 15%. Dalam kurun waktu 5 tahun Bandung semakin berkembang dan ramai di kunjungi oleh banyak orang-orang di Indonesia maka terus mengalami kenaikan dalam jumlah kunjungan untuk berlibur dan berwisata sehingga pihak penginapan dan perhotelan banyak yang tidak terbendung dalam menghadapi banyaknya wisatawan. Maka di Bandung di butuhkan sebuah hotel resort bintang 3 yang berbasis adaptif alam, ketenangan, menyatu dengan alam dan menggunakan material alam dan pengolahan landscape berbasis Organik Arsitektur. Arsitektur organik adalah suatu pemahaman arsitektur yang mengenalkan keselarasan antara tempat tinggal manusia dan dunia alam melalui desain mendekat dengan baik pada lokasi bangunan, lansekap, dan lingkungan menjadi bagian dari suatu komposisi dan dipersatukan juga saling berhubungan. Penggunaan material, perencanaan lansekap dan sistem sirkulasi dalam site hingga organisasi ruang dalam yang menyesuaikan dengan tema dapat membuat pengunjung tertarik dari desain dan konsep yang direncanakan. Diharapkan dengan penambahannya hotel resort di daerah lembang ini dapat menampung daya tampung wisatanyan yang ingin berwisata di Bandung, khususnya di Lembang terutama saat menghadapi libur panjang dan akhir pekan. Hotel Resort yang direncanakan akan menyediakan fasilitas dan penunjang yang di butuhkan oleh wisatawan selama berwisata/berekreasi.