// <![CDATA[PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP PENETRASI ASPAL PERTAMINA DAN ASPAL SHELL]]> Silvia Sukirman, Ir. Tiara Gavirariesa / 22 2010 063 Penulis
Di Indonesia aspal Pertamina dan aspal Shell banyak digunakan sebagai bahan pengikat pada campuran beton aspal, sehingga penelitian ini bisa menjadi referensi untuk mengetahui perbedaan kedua aspal terhadap perubahan temperatur. Pengujian sifat fisik aspal pada suhu 25oC, meliputi penetrasi, daktilitas, titik lembek, berat jenis, viskositas, TFOT, titik nyala dan bakar. Pengujian penetrasi aspal dilakukan pada suhu 20oC, 30oC, 35oC. Pengujian benda uji hasil TFOT, meliputi penetrasi dan daktilitas. Penentuan nilai penetrasi Shell lebih kecil dibandingkan aspal Pertamina, hal ini mengindikasikan bahwa aspal Shell lebih keras. Pada suhu 25oC dibandingkan aspal pertamina, Selain itu titik lembek, titik nyala dan titik bakar, berat jenis, titik Nyala dan Bakar aspal Shell lebih tinggi dibandingkan aspal Pertamina. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aspal Shell kurang sensitif terhadap temperatur dibanding aspal pertamina.