PUSAT SENI KONTEMPORER INDONESIA
Pusat Seni Kontemporer Bandung ini merupakan sarana hiburan yang menitikberatkan pada seni kontemporer sebagai salah satu bentuk seni yang terpengaruh oleh modernisasi. Seni kontemporer terdiri dari seni pertunjukan dan seni rupa yang bertujuan meningkatkan minat masyarakat terhadap kegiatan seni, khususnya masyarakat kota Bandung, sekaligus menjadi ruang publik yang menjadi destinasi interaksi masyarakat perkotaan.
Tema yang diangkat dalam proyek tugas akhir ini adalah Ruang Publik yang Interaktif, yaitu arsitektur sebagai ruang publik yang bersifat interaktif sekaligus sebagai bentuk fisik dari ruang yang menegaskan suatu aktivitas publik. Tidak hanya memajang karya seni dan ranah seni lainnya, melalui pengalaman ruang yang baik serta sekuens antar ruang yang menarik, proyek ini diharapkan dapat memberikan suasana interaktif dan pengalaman berbeda terhadap aktivitas seni.
Proyek tugas akhir ini bertujuan menciptakan Interactive Public Space, yaitu ruang interaktif bagi publik sehingga tingginya apresiasi masyarakat terhadap seni dapat terakomodasi dengan baik. Diharapkan hal ini dapat meningkatkan tingkat kebahagiaan masyarakat (index of happiness) Indonesia, yang berdampak pada peningkatan intelektualitas, kreativitas, serta mutu pendidikan masyarakat Bandung, dengan pendekatan an Interactive Place and Entertaining Place.
Perencanaan proyek diawali dengan menganalisis kondisi tapak secara makro dan mikro, kebutuhan ruang, serta aktivitas pengguna yang akan terjadi. Setelah proses perencanaan, kebutuhan ruang disesuaikan dengan eksisting tapak. Konsep perencanaan menjadi fokus utama yang kemudian dikembangkan ke dalam proses perancangan dan skematik. Semua proses tersebut menjadi satu kesatuan untuk mencapai desain dan produk perancangan yang utuh.
Metode penelitian yang digunakan dalam proyek tugas akhir ini adalah mix method, yaitu penggabungan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif bersifat naturalistik dan mendasar, memanfaatkan teori sebagai landasan, sedangkan pendekatan kuantitatif menggunakan metode ilmiah karena memenuhi kaidah ilmiah: konkrit/empiris, objektif, terukur, rasional, dan sistematis.
Konsep perancangan mengacu pada hasil analisis dan studi pembelajaran berdasarkan tema dan judul yang diambil. Dengan adanya proyek ini, diharapkan dapat menjadi rujukan dalam merancang sarana kegiatan seni, khususnya art center, yang mampu meningkatkan potensi sumber daya, wawasan, dan minat baca masyarakat, khususnya pelajar di kawasan tertentu.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2014).PUSAT SENI KONTEMPORER INDONESIA ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.PUSAT SENI KONTEMPORER INDONESIA ().Arsitektur:FTSP,2014.Text
MLA Style
.PUSAT SENI KONTEMPORER INDONESIA ().Arsitektur:FTSP,2014.Text
Turabian Style
.PUSAT SENI KONTEMPORER INDONESIA ().Arsitektur:FTSP,2014.Text