MENGUBAH STIGMA JANDA MELALUI PERANCANGAN KAMPANYE
Janda Merupakan status untuk seorang perempuan yang telah berpisah dengan suaminya, baik ditinggalkan cerai atau pun meninggal. Menjadi seorang janda tentu bukanlah keinginan setiap perempuan, melainkan pilihan terakhir yang mau tidak mau harus disandangnya.
Banyak isu yang beredar di masyarakat tentang para janda yang dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya media televisi, film, dan anekdot yang menggambarkan kehidupan para janda seolah-olah dekat dengan perempuan penggoda, mereka digambarkan dengan pakaian yang ketat dan terbuka, menggoda para pria hingga menimbulkan retaknya rumah tangga seseorang.
Penggambaran seperti itu menimbulkan sebuah anggapan umum bahwa seorang janda adalah seorang perempuan gatal dan pengganggu rumah tangga, padahal sebenarnya masih banyak janda yang baik dan patut diperlakukan layaknya perempuan pada umumnya.
Literatur tentang stigma terhadap janda tidaklah begitu banyak, sehingga pengamatan secara mendalam tentang kondisi di lapangan akan sangat membantu dalam menemukan akar permasalahan tentang janda ini. Survey lapangan serta deep interview yang dilakukan di Kabupaten Sukabumi dan Cianjur memberikan sebuah data yang cukup untuk mendukung apa yang dituturkan oleh para peneliti janda sebelumnya.
Masyarakat perlu kiranya untuk disadarkan bahwa tidak semua janda layaknya yang tergambarkan di media televisi, film, lagu dan cerita-cerita masyarakat, justru banyak para janda yang penuh perjuangan dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak mereka. Mainstream masyarakat tentang janda harus diimbangi dengan memberikan informasi yang berbalik 180 derajat dari apa yang selama ini masyarakat anggap.
Oleh karena itu perlu kiranya masyarakat diberikan informasi dan edukasi yang dapat membendung stigma yang berkembang melalui sebuah kampanye. Dan untuk mengikis secara perlahan momok janda yang begitu lekat dengan sensualitas wanita, maka diperkenalkanlah pula istilah baru sebagai pengganti dan alternatif dari istilah janda, yaitu Perlaga (perempuan kepala keluarga) yang dapat menggambarkan sepenuhnya bagaimana perjuangan seorang perempuan yang sudah tidak lagi bersuami. Penggantian penyebutan ini diharapkan dapat menjadi sebuah tahap awal untuk membangun respect masyarakat terhadap perlaga.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2016).MENGUBAH STIGMA JANDA MELALUI PERANCANGAN KAMPANYE ().Desain Komunikasi Visual:FAD
Chicago Style
.MENGUBAH STIGMA JANDA MELALUI PERANCANGAN KAMPANYE ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2016.Text
MLA Style
.MENGUBAH STIGMA JANDA MELALUI PERANCANGAN KAMPANYE ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2016.Text
Turabian Style
.MENGUBAH STIGMA JANDA MELALUI PERANCANGAN KAMPANYE ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2016.Text