<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6024">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PENGARUH TINGGI RASIO BUSUR TERHADAP BENTANG JEMBATAN BUSUR PADA GAYA DALAM DAN DIMENSI JEMBATAN]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Lia Tusliawati / 22 2010 095</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Bernardinus Herbudiman, S.T., M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Sipil]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2015]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Jembatan busur adalah suatu jembatan yang struktur utamanya dibuat dan ditumpu sedemikian rupa
sehingga sebagian besar bebannya disalurkan ke pondasi melalui gaya normal pada elemen busur.
Pemilihan struktur busur untuk menopang jembatan dengan bentang yang panjang merupakan salah satu
pilihan yang tepat, karena struktur busur mampu mereduksi momen lentur yang terjadi pada busur
melalui mekasnisme compression saat memikul beban yang bekerja. Adapun maksud dan tujuan
penelitian ini adalah menganalisa pengaruh tinggi busur jembatan terhadap gaya dalam dan dimensi pada
jembatan tersebut. Dalam penelitian ini akan dimodelkan tiga tinggi jembatan yaitu 22 m, 26,4 m dan 33
m dengan bentang yang sama dan dibebani dengan beban-beban yang sama sesuai dengan RSNI T-02-
2005 Standar Pembebaban Untuk Jembatan dan Pedoman Jembatan Pelengkung Bentang Panjang.
Kemudian jembatan dianalisis menggunakan software SAP2000. Hasil analisis dari software SAP2000
diketahui bahwa beban-beban terdistribusi dengan baik ke elemen-elemen strukturnya dan didapat
jembatan dengan tinggi paling rendah yaitu dengan tinggi 22 m merupakan jembatan paling efektif
digunakan untuk jembatan pejalan kaki dengan bentang yang panjang.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[jembatan, busur, SAP2000]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[1386SI]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[1386SI]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[1386SI]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="2963" url="" path="/1386SI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PENGARUH RASIO TINGGI BUSUR TERHADAP BENTANG JEMBATAN BUSUR PADA GAYA DALAM DAN DIMENSI DEK]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[6024]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-05-24 13:59:11]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-05-24 13:59:27]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>