// <![CDATA[KAJIAN PENGARUH VARIASI TEMPAT PENGISIAN BETON PADA STRUKTUR LENGKUNG UTAMA JEMBATAN PELENGKUNG BAJA]]> Endah Trisnawati / 22-2012-018 Penulis Dr. Tech. Aswandy., Ir., M.T.
Jembatan pelengkung baja yang digunakan saat ini berupa profil persegi tubular. Dalam praktiknya bentuk tubular sering diisi dengan adukan beton sehingga menghasilkan kekakuan yang lebih besar. Penelitian ini melakukan kajian pengaruh variasi pengisian beton pada pelengkung tubular baja. Ada 4 jenis model yang dilakukan yaitu: Lengkung utama tanpa pengisian beton, Pengisian beton pada seluruh bagian lengkung utama, Pengisian beton pada bagian tumpuan lengkung utama dan Pengisian beton pada bagian lapangan lengkung utama. Beban yang diberikan pada model tersebut adalah berat sendiri struktur, beban mati tambahan (aspal, pagar dan trotoar), beban hidup (beban lajur BTR, beban lajur BGT, beban truk, beban rem dan beban pejalan kaki), faktor beban dinamis, beban angin dan beban gempa. Hasil analisis menunjukan perbandingan antara model yang lengkung utamanya tidak diisi beton dengan lengkung utama yang diisi beton 1,18- 1,86 kali lebih kecil untuk lendutan, 1,057- 1,123 kali lebih besar untuk reksi perletakan, 1,067-1,162 kali lebih besar untuk gaya dalam aksial, 1,034-1,149 lebih besar untuk gaya dalam momen, 0,936-1,170 kali lebih besar untuk gaya dalam geser dan 0,92-1,32 lebih besar untuk periode getar struktur.