// <![CDATA[PEMETAAN KUALITAS AIR TANAH DI KOTA BANDUNG DAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN METODE GEOSTATISTIK]]> BRIAN NOLDY HAMONANGAN/ 23-2011-052 Penulis Dr. Ir. Dewi Kania Sari, M.T.
Kualitas air tanah di Kota Bandung dan sekitarnya dari tahun ke tahun mengalami penurunan yang diakibatkan oleh berbagai faktor. Oleh sebab itu diperlukan pemetaan kualitas air tanah agar dapat dipantau perubahannya dan menentukan air tanah tersebut layak digunakan atau tidak berdasarkan nilai ambang batas yang ditentukan oleh Kementrian Kesehatan dan WHO (World Health Organization). Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan kualitas air tanah pada tahun 2008 dan 2011 berdasarkan 6 parameter, yaitu daya hantar listrik, kesadahan, klorida, nitrat, pH, sulfat. Pembuatan peta persebaran parameter menggunakan metode geostatistik yaitu metode ordinary kriging dengan analisis data spasial eksploratif dengan menggunakan model-model variogram. Parameter yang digunakan dipetakan menggunakan model-model semivariogram yaitu model eksponensial, model gaussian, dan model sferikal. Model semivariogram dipilih berdasarkan Root Mean Square Error (RMSE) dengan nilai terkecil. Hasil penelitian ini berupa persebaran kualitas air tanah pada tahun 2008 dan 2011 yang ditampilkan berupa peta. Pada tahun 2008, nilai-nilai parameter yang tidak ada yang melampaui ambang batas yang telah ditentukan. Pada tahun 2011 ada 3 parameter yang telah melampaui ambang batas, yaitu parameter daya hantar listrik, klorida, dan pH.