// <![CDATA[MEMBANDINGKAN KETELITIAN HASIL TRIANGULASI UDARA DENGAN PROSES IDENTIFIKASI TITIK KONTROL MINOR SECARA MANUAL DAN TOMATIK MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK INPHO]]> Bambang Rudianto, Ir., M.T. Mufti Auliya Peryoga/ 23 2011 054 Penulis
Triangulasi udara digunakan untuk perapatan titik kontrol tanah di seluruh jalur terbang atau blok foto yang diperlukan pada proses orientasi absolut. Prinsip dasar triangulasi udara adalah dengan membentuk suatu satuan dasar fotogrametrik, yaitu : model, strip dan berkas. Titik-titik sekawan pada masing-masing daerah pertampalan digabungkan sehingga membentuk suatu struktur yang lebih luas yang kemudian ditepatkan (fited) terhadap sistem tanah dengan menggunakan titik-titik kontrol tanah sebagai referensi. Proses identifikasi pengamatan titik pada triangulasi udara secara dijital dapat dilakukan dengan metode pengamatan secara manual dan otomatik. Identifikasi pengamatan titik-titik secara manual dilakukan melalui proses interpretasi secara visual sedangkan secara otomatik dilakukan dengan cara mencocokan objek berdasarkan kemiripan dari dua objek yang sama melalui nilai piksel (grey value) yang dimiliki. Teknik pengenalan objek dengan cara ini disebut sebagai image matching dengan menghitung nilai korelasi tingkat kemiripan. Otomatisasi dalam image matching dilakukan untuk meminimalisir subjektifitas campur tangan manusia dalam menginterpretasi objek dan menghindari kelelahan mata manusia. Penelitian ini merupakan kajian perbandingan ketelitian hasil triangulasi udara dimana proses identifikasi titik kontrol minor pada citra fotografik dilakukan melalui pengamatan secara manual dan otomatik menggunakan prinsip kemiripan objek (image matching). Dari hasil penelitian didapatkan hasil ketelitian triangulasi udara dengan proses identifikasi titik secara otomatik sebesar 14.1 mikron dengan rata-rata hasil uji akurasi sebesar 0.194 m sedangkan hasil ketelitian triangulasi udara dengan proses identifikasi titik secara manual didaptkan hasil sebesar 14.7 mikron dengan hasil uji akurasi sebesar 0.213 m.