// <![CDATA[PEMETAAN SUHU PERMUKAAN DARATAN DAN PULAU PANAS PERKOTAAN DENGAN MENGGUNAKAN LANDSAT 8 WILAYAH STUDI:]]> Yans Prya Muharram Sembiring/ 23-2010-040 Penulis 0407096502 - Dr. Dewi Kania Sari, Ir., M.T. 0402038204 - Rika Hernawati, S.T M.T
Urban heat island merupakan isoterm tertutup yang menunjukkan daerah permukaan yang relatif hangat, yakni sebagai suhu yang lebih hangat di daerah perkotaan dibandingkan dengan lingkungan pedesaan disekitarnya. Dengan perkembangan masyarakat dan percepatan proses urbanisasi sebagai dampak dari pembangunan, urban heat island telah menjadi lebih signifikan dan telah memiliki dampak negatif pada kondisi kualitas udara, lingkungan hidup manusia, dan mempengaruhi penggunaan energi, hingga perubahan iklim di masa yang akan datang. Kajian mengenai pulau pans sangat penting, karena pulau panas sangat mempengaruhi kondisi kualitas udara, mempengaruhi kesehatan manusia, dan mempengaruhi penggunaan energi. Peningkatan pulau panas juga merupakan salah satu faktor perubahan iklim global. Pada penelitian ini UHI diidentifikasi dengan menggunakan data Land Surface Temperature (LST) yang diperoleh dengan menggunakan data citra satelit. Citra satelit yang digunakan adalah Landsat 8 dengan memanfaatkan Thermal Infrared Sensor (TIRS) pada band 10 dan 11, serta Operational Land Imager (OLI) pada band 1-9. Land Surface Temperature (LST) adalah besar suhu diantara permukaan bumi dan atmosfer. Sebelum adanya Earth Observation Satellites (EOS), sulit untuk mengestimasi LST dari suatu daerah. Biasanya estimasi LST dilakukan dengan menghitung beberapa contoh sampel lapangan dan diinterpolasi ke dalam isotherms untuk mengubah data titik menjadi area. Sekarang dengan adanya citra satelit dengan resolusi tinggi sangat mudah untuk menghitung LST secara spasial. LST pada sebuah wilayah dapat dihitung dengan menggunakan thermal infrared bands (band 10 dan band 11) pada citra Landsat 8.Terdapat 3 macam algoritma yang biasa digunakan untuk menghitung LST dengan menggunakan citra satelit, yaitu: single-channel, split-window, dan triple-window. Algoritma single-channel menggunakan persamaan dari emisivitas permukaan lahan dan profil atmosfer, sedangkan pada algoritma triple-window perhitungan LST dilakukan dengan menggunakan 2 band termal dan 1 band infrared. Algoritma split window pertama kali digunakan oleh McMillin (1975) untuk menghitung suhu permukaan laut dengan menggunakan data citra satelit, kemudian algoritma ini dikembangkan dan digunakan untuk menghitung LST. Algoritma split-window menggunakan OLI band 2,3,4,5 pada landsat 8 untuk menghitung NDVI dan Land Surface Emissivity. Sedangkan untuk menghitung brightness temperature dilakukan dengan menggunakan band 10 dan 11 (TIRS).