// <![CDATA[MUSEUM MARITIM NUSANTARA, TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL]]> Yudi Bijak Laksono / 212010032 Dosen Pembimbing 1 Erwin Yuniar Rahadian, ST., MT. Udjianto Pawitro, Ir., MSP.
Museum Maritim Nusantara di kawasan Rekreasi Ancol merupakan salah satu tempat wisata edukasi yang menyajikan koleksi-koleksi maritim dari seluruh nusantara. Museum sebagai sarana pembelajaran sejarah dan pengetahauan yang baik untuk mengenalkan keanekaragaman maritim nusantara yang masih banyak tidak diketahui oleh masyarakat pada umumnya. Mengusung tema Kontemporer desain bangunan dan tema Pesisir Pantai pada lansekap, mengkombinasikannya menjadi konsep wisata edukasi yang modern tapi tetap selaras dengan lingkungan sekitar site. Pada Tugas Akhir ini, Museum Maritim Nusantara menjadi sebuah pilihan wisata edukasi baru yang cocok untuk mengangkat kembali sejarah nenek moyang kita dalam menyatukan berbagai pulau di Nusantara. Museum merupakan objek wisata edukasi yang dipandang membosankan dan tidak menarik, sehingga memicu berbagai pergerakan untuk merubah pandangan tersebut baik secara sistem, menambah koleksi, melakukan kunjungan museum, dan melakukan perubahan yang representatif dengan menambahkan teknologi modern dalam penyampaiannya. Metoda museum yang representatif terbukti baik dalam meningkatkan jumlah pengunjung yang datang dari tahun ke tahun. Selain itu mulai dipromosikan baik dari pihak museum atau pihak dinas terkait yang ikut menaikkan grafik pengunjung. Metoda representatif dan interaktif pengunjung dapat memberikan kesan yang berbeda pada setiap kunjungan, terutama pengunjung pada usia dini yang lebih tertarik dengan hal-hal yang melibatkannya sehingga muncul interaksi yang baik antar guide/pemandu dengan pengunjung, koleksi pajangan dengan pengunjung, dan komunitas dengan pengunjung. Tema yang digunakan dalam konsep desain adalah kontemporer, kontemporer sendiri lebih mengarah kepada hal-hal yang modern baik dari segi arsitektural, struktur, dan sistem operasional. Tema yang berbeda terdapat pada tema lansekap yaitu pantai pesisir yang memiliki unsur pantai, bebatuan, dan mercu suar. Ketiga unsur tersebut diangkat menjadi konsep lansekap yang dipadukan dengan konsep bangunan yang kontemporer sehingga menciptakan suatu produk desain yang ikonik dari segi desain bangunan tapi tidak merubah fungsi site yang merupakan area terbuka pinggir pantai.