// <![CDATA[PERANCANGAN DAN SIMULASI SISTEM PEMOTONGAN PLAT ALUMUNIUM BERBASIS PLC OMRON CPM2A DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK WONDERWARE INTOUCH 7.1.1]]> Syahrial, MT Decy Nataliana, MT Argy Rigwan/ 11-1999-141 Penulis
Penghematan anggaran perusahaan mengakibatkan munculnya berbagai macam sistem yang menggantikan peranan manusia dalam proses produksi. Terlihat dari banyaknya peralatan yang pengoperasiannya membutuhkan peranan manusia, kini digeser oleh peralatan yang berbasis kendali otomatis. Salah satu sistem tersebut yaitu menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) yang mempunyai beberapa kelebihan-kelebihan lain. PLC (programmable Logic Controller) adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederet relay yang dijumpai pada sistem kendali proses konvensional. PLC biasanya digunakan pada proses kendali produksi yang membutuhkan kecepatan tinggi, dengan proses yang dikerjakan berulang-ulang. Sistem pemotongan plat alumunium adalah salah satu sistem yang pengontrolannya menggunakan PLC. Perancangan Sistem Pemotongan Plat alumunium ini meliputi perancangan perangkat keras dan perangkat lunak sebagai simulasi dari sistem tersebut. Perangkat keras pada Sistem Pemotongan Plat Alumunium ini dirancang dengan menggunakan PLC OMRON CPM2A yang dihubungkan dengan inverter tiga fasa sebagai devais untuk mengontrol kecepatan motor induksi tiga fasa. Motor induksi tiga fasa ini dipasang optical encoder yang dibaca oleh optocoupler sebagai input parameter panjang plat alumunium yang dibutuhkan. Optocoupler ini mengirimkan sinyal berupa pulsa kepada PLC, yang kemudian diolah hingga menjadi parameter panjang plat alumunium yang akan dipotong. Perangkat lunak dibuat dalam bahasa ladder logic diagram sehingga pemrograman PLC dapat dilakukan dengan mudah. Komputer digunakan sebagai HMI (Human Machine Interface) untuk menyediakan kendali dan status dari sistem dengan Wonderware InTouch 7.1.1 sebagai perangkat lunak HMI. Berdasarkan hasil pengujian fungsional secara keseluruhan, sistem berjalan dengan baik, ditandai dengan terjadinya perubahan kecepatan pada motor induksi sebesar 600, 300 dan 150 rpm, yang diatur oleh inverter tiga fasa, hasil dari instruksi yang di berikan oleh program melalui PLC. Sistem ini mempunyai mempunyai simpangan (error) sebesar ± 18 sampai dengan 40 %, dikarenakan oleh pembacaan optocoupler yang tidak sinkron dengan kecepatan motor, timing pada saat pengambilan waktu yang kurang tepat dengan perubahan kecepatan motor, juga karena kesalahan pada saat pengukuran kecepatan motor dengan menggunakan tachometer.