// <![CDATA[PEMETAAN POTENSI SUMBER DAYA PERKEBUNAN UNTUK KOMODITAS STRATEGIS DI PROVINSI JAWA BARAT]]> 0410098605 - Indrianawati, S.T., M.T. DIAN PERMATA RATNA SURI 232011043 Penulis
Provinsi Jawa Barat memiliki tiga komoditas perkebunan, yaitu komoditas strategis, prospektif, dan unggulan spesifik lokal. Untuk mengoptimalkan potensi sumber daya perkebunan, diperlukan analisis potensi lahan agar dapat diketahui tingkat kesesuaian lahan komoditas perkebunan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sumber daya perkebunan komoditas strategis di Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode scoring. Data yang digunakan sebagai parameter kesesuaian lahan, meliputi peta temperatur (hasil konversi dari peta kontur), peta curah hujan, peta lereng, peta drainase tanah, peta tekstur tanah, dan peta jenis tanah. Berdasarkan analisis tingkat kesesuaian lahan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa potensi sumber daya perkebunan komoditas strategis di Provinsi Jawa Barat yang sangat sesuai (S1) meliputi cengkeh (5,52%), karet (3,19%), kopi arabika (0,47%), kopi robusta (3,20%), tebu (0,66%), dan teh (0,69%); cukup sesuai (S2) meliputi cengkeh (66,47%), kakao (45,46%), karet (38,98%), kelapa dalam (55,10%), kopi arabika (37,91%), kopi robusta (37,91%), tebu (41,97%), tembakau (69,64%), dan teh (58,59); sesuai marginal (S3) meliputi cengkeh (26,90%), kakao (47,20%), karet (50,84%), kelapa dalam (40,18%), kopi arabika (54,54%), kopi robusta (41,68%), tebu (53,22%), tembakau (30,08%), dan teh (39,96%); dan tidak sesuai (N) meliputi cengkeh (1,11%), kakao (7,33%), karet (6,99%), kelapa dalam (4,72%), kopi arabika (7,09%), kopi robusta (6,70%), tebu (4,15%), tembakau (0,28%), dan the (0,75%).