// <![CDATA[PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI MINIATUR PEMANAS OTOMATIS PADA BAK PENAMPUNGAN AIR MANDI MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AT89S52]]> Afriza Tela Kurnia/ 11 2001 054 Penulis Decy Nataliana, M.T Nandang Taryana, M.T
Perkembangan di bidang elektronika kini telah pesat. Bebagai jenis alat diciptakan untuk membuat hidup manusia menjadi lebih mudah dengan kinerja lebih efisien. Salah satunya adalah pemanas air. Alat ini digunakan manusia untuk memanaskan air yang hendak digunakan untuk mandi. Pada awalnya, pemanasan air dilakukan secara manual dengan cara memasak air diatas bara api dan menunggunya beberapa saat hingga air mendidih. Permasalahan muncul saat manusia tidak memiliki waktu untuk menunggu karena sudah terlambat untuk melakukan kegiatan yang lain, maka, untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi manusia diciptakanlah alat pemanas air otomatis. Pemanas air yang diimplementasikan pada tugas akhir ini harus mampu bekerja secara berkesinambungan hanya dengan dua buah input. Yaitu input dari suhu ruangan dan input dari suhu air. suhu ruangan dikatakan panas jika suhu ruangan tersebut lebih dari 23 0C dengan toleransi sebesar 0,5 0C. Pemanas yang dirancang dikatakan otomatis karena suhu pada bak mandi akan selalu dijaga sekitar 40 0C dengan asumsi suhu ruangan kurang dari atau sama dengan 23 0C, tetapi jika suhu ruangan lebih dari 23 0C maka suhu pada bak mandi tidak akan dijaga sekitar 40 0C. Pada tugas akhir ini dibangun dan diimplementasikan sebuah miniatur bak mandi yang memiliki kemampuan untuk mengatur suhu air yang ada di dalamnya. Sistem ini secara garis besar dibagi menjadi 4 buah subsistem. Subsistem tersebut adalah subsistem catu daya, subsistem input (sensor suhu), subsistem pengendali dan subsistem aktuator. Subsistem catu daya merupakan subsistem yang memberikan daya untuk seluruh komponen elektronika yang ada di dalam sistem. Subsistem input merupakan subsistem yang memberikan informasi kepada sistem mengenai kondisi suhu air di dalam bak dan suhu lingkungan disekitar bak mandi dengan menggunakan sensor suhu, subsistem pengendali merupakan subsistem yang mengolah semua informasi yang diterima sistem untuk diaplikasikan pada subsistem aktuator. Pada susbsistem ini digunakan sebuah mikrokontroller AT89s52. Subsistem aktuator merupakan subsistem yang digerakan oleh pengendali yang berfungsi untuk memanaskan air dengan menggunakan elemen pemanas (Heater). Subsistem ini akan bekerja jika status ruangan dalam keadaan dingin dan tidak akan bekerja jika status ruangan dalam keadaan panas. Berdasarkan hasil pengujian sistem secara keseluruhan, maka dapat disimpulkan bahwa sistem dapat berfungsi sesuai dengan yang diinginkan, indikasinya yaitu : 1) pengujian kondisi suhu ruangan 27 oC maka heater tidak bekerja, 2) pengujian kondisi ruangan 23 oC dan suhu pada bak penampugan air mandi kurang dari 40 oC maka heater bekerja dengan waktu 3 menit 10 detik mencapai suhu 40 oC, 3) pengujian kondisi ruangan 23 oC dan suhu bak penampugan air mandi lebih dari 40 oC maka heater tidak bekerja.