// <![CDATA[PENGARUH MEDAN ELEKTROMAGNETIK TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI KACANG HIJAU]]> Dr. Ir. Bambang Anggoro , M.T Dr. Bambang Anggoro MAULANA YARDIMAN M/ 11-2001-081 Penulis
Listrik merupakan sumber energi yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia pada masa sekarang ini. Di era teknologi maju seperti sekarang penggunaan peralatan listrik semakin bertambah pesat. Salah satu dampak penggunaan peralatan listrik adalah timbulnya medan elektromagnetik yang dihasilkan dengan berbagai macam rentang frekuensi disekitar kita. Medan elektromagnetik tidak hanya membawa dampak positif (sistem komunikasi, monitoring, terapi, dll) tetapi juga membawa dampak negatif (pemicu timbulnya penyakit). Dampak pengaruh medan elektromagnetik ini masih sering terjadi kontroversi. Berbagai penelitian telah dilakukan terkait hal tersebut, salah satunya penelitian mengenai dampak medan elektromagnetik terhadap mahluk hidup. Mahluk hidup yang merupakan objek dalam penelitian ini adalah biji kacang hijau. Penelitian dilakukan dengan metoda observasi terhadap perkecambahan biji kacang hijau yang di radiasi medan elektromagnetik dengan frekuensi tinggi dengan perkecambahan biji kacang hijau dalam kondisi normal pada suhu dan kelembaban rata-rata 27,2ยบ dan 78,2 %. Frekuensi yang digunakan adalah 170 MHz, 185 MHz dan 200 MHz. Observasi yang dilakukan meliputi tinggi batang kecambah dan jumlah biji yang berkecambah dan yang tidak berkecambah kemudian dibandingkan dengan kondisi perkecambahan pada keadaan normal. Objek yang di radiasi medan elektromagnetik dengan frekuensi tinggi tersebut dapat menyebabkan lambatnya proses perkecambahan biji kacang hijau jika dibandingkan dengan biji kacang hijau dalam kondisi normal. Tinggi batang kecambah rata-rata yang di radiasi pada hari ke 5 dengan frekuensi 170 MHz adalah 1,759 cm, pada frekuensi 185 MHz adalah 1,575 cm, dan pada frekuensi 200 MHz adalah 1,319 cm. Sedangkan pada kondisi normal pada hari ke 5 tinggi batang kecambah rata-rata adalah 2,88 cm.