Detail Cantuman

PERENCANAAN SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK KONSORSIUM B38 RING SURABAYA–PASURUAN– MALANG–BLITAR–KEDIRI–JOMBANG– SURABAYA

PERENCANAAN SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK KONSORSIUM B38 RING SURABAYA–PASURUAN– MALANG–BLITAR–KEDIRI–JOMBANG– SURABAYA


Permasalahan yang umum terjadi dalam sistem telekomunikasi adalah
keterbatasan kapasitas kanal transmisi dalam memenuhi kebutuhan trafik yang
terus meningkat. Namun sejalan dengan perkembangan dibidang telekomunikasi
yang didorong oleh permasalahan tersebut telah mengakibatkan perubahan yang
cepat dalam penyediaan kapasitas kanal transmisi yang besar, salah satu teknologi
yang dapat meningkatkan kapasitas kanal transmisi adalah Dense Wavelength
Division Multiplexing (DWDM) yang diimplementasikan pada sistem komunikasi
serat optik.
Dalam tugas akhir ini akan dilakukan perencanaan sistem komunikasi serat
optik konsorsium B38 area Jawa dengan menggunakan teknologi DWDM dalam
rangka memenuhi kebutuhan trafik sampai dengan tahun 2012. Berdasarkan tabel
prediksi pelanggan dan trafik sampai dengan tahun 2012 sistem harus dapat
melayani pelanggan sebesar 548.290 Erlang. Satu Erlang adalah satu panggilan
yang menggunakan satu kanal selama satu jam, jika 548.290 Erlang dikonversi ke
dalam E1 (dalam satu E1 terdapat 32 kanal, 30 digunakan untuk layanan data dan
voice, 2 kanal lagi digunakan untuk signalling dan sinkronisasi) berarti jumlah
kanal E1 yang dibutuhkan adalah 548.290/30 = 18.276 kanal E1, sehingga dari
hasil ini sistem DWDM membutuhkan 5 x STM-64.
Selain itu, juga dilakukan analisa link power budget dan rise time budget
pada ring Surabaya-Pasuruan-Malang-Blitar-Kediri-Jombang-Surabaya. Dari hasil
analisa link power budget diperoleh level daya di penerima setiap link pada ring
Surabaya-Pasuruan-Malang-Blitar-Kediri-Jombang-Surabaya, baik link dengan
penguat optik maupun link tanpa penguat opitk memenuhi syarat karena nilainya
masih diatas sensitivitas minimum sistem(-28 dBm). Untuk link Blitar-Kediri
perbedaan antara level daya di penerima dengan sensitivitas minimum tidak
mencapai 1 dB, jadi untuk memastikan daya yang ditransmisikan sampai ke
penerima pada link ini akan dipasang penguat optik. Sedangkan hasil dari
perhitungan rise time untuk setiap link pada ring Surabaya–Pasuruan–Malang–
Blitar–Kediri–Jombang–Surabaya lebih kecil dari rise time sistem (70 ps), maka
sistem layak untuk diimplementasikan


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang WELLI /11-2001-096 - Personal Name
Dwi Aryanta, ST., MT. - Personal Name
Ir.Hilmy Muhammad Nur - Personal Name
No. Panggil 717EL
Subyek Sistem Komunikasi Serat Optik, DWDM, SDH, Link Pow
Fakultas FTI
Tahun Terbit 2008
Jurusan Teknik Elektro
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik


Citation

. (2008).PERENCANAAN SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK KONSORSIUM B38 RING SURABAYA–PASURUAN– MALANG–BLITAR–KEDIRI–JOMBANG– SURABAYA().Teknik Elektro:FTI

.PERENCANAAN SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK KONSORSIUM B38 RING SURABAYA–PASURUAN– MALANG–BLITAR–KEDIRI–JOMBANG– SURABAYA().Teknik Elektro:FTI,2008.Text

.PERENCANAAN SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK KONSORSIUM B38 RING SURABAYA–PASURUAN– MALANG–BLITAR–KEDIRI–JOMBANG– SURABAYA().Teknik Elektro:FTI,2008.Text

.PERENCANAAN SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK KONSORSIUM B38 RING SURABAYA–PASURUAN– MALANG–BLITAR–KEDIRI–JOMBANG– SURABAYA().Teknik Elektro:FTI,2008.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id