// <![CDATA[PERANCANGAN DAN ANALISIS ALAT GETARAN PAKSA PADA POROS DENGAN TUMPUAN SEDERHANA]]> YUNNEO NURCAHYA 12-2010-093 Penulis Ali Attamimi S.T., M.T. Liman Hartawan S.T., M.T.
Getaran adalah gerak osilasi suatu benda yang melalui titik kesetimbangannya. Getaran paksa terjadi akibat adanya gangguan (eksitasi) dari luar secara terus menerus, sehingga getaran paksa tersebut akan terjadi secara kontinu selama sumber gangguan (eksitasi) masih bekerja. Sumber gangguan (eksitasi) ini dapat berupa putaran motor listrik yang bekerja pada poros rotor yang berputar. Getaran paksa terjadi pada frekuensi eksitasinya, maka apabila frekuensi sumber eksitasinya sama dengan frekuensi pribadi sistem, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya resonansi pada struktur sistem tersebut sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada struktur. Hal ini harus dihindari, oleh karena itu perlu diketahui putaran kritis sistem, sehingga sistem tersebut tidak boleh beroperasi pada putaran kritisnya. Tujuan yang ingin dicapai dalam perancangan ini adalah: memperoleh putaran kritis secara teoritik dari sebuah poros rotor dengan variasi pembebanan, memperoleh karakteristik putaran poros akibat perubahan defleksi, membandingkan hasil perhitungan dengan beberapa metode, memperoleh gambar teknik dari hasil rancangan. Dari hasil perhitungan diperoleh data hasil perhitungan secara teoritis sebagai berikut : Untuk putaran kritis dengan 1 beban, terjadi pada putaran 1366,83 rpm dengan defleksi maksimum sebesar -0,478 mm dan putaran kritis dengan 2 beban, terjadi pada putaran 1165,98 rpm dengan defleksi maksimum sebesar -0,658 mm.