// <![CDATA[PERANCANGAN BILAH TUBRIN ANGIN SUMBU HORISONTAL]]> Muhammad Haekal 12–2012–111 Penulis Tri Sigit Purwanto, S.T., M.T. Dr. Dani Rusirawan, M.T.
Potensi angin di Indonesia jika dikonversi menjadi listrik diperkirakan mencapai 9,290 MWe. Berdasarkan data yang ada, pemanfaatan energi angin hingga saat ini baru mencapai sekitar 1.1 Mwe. Namun demikian, pengembangan pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia mengalami beberapa kendala, salah satunya adalah Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) atau turbin angin yang tersedia dipasaran merupakan produk luar negeri yang tentunya disesuaikan dengan kondisi negara pembuatnya. Terkait kondisi ini, sangat beralasan jika turbin angin tersebut digunakan di Indonesia tidak akan optimal karena Indonesia memiliki kecepatan angin rendah (rata-rata 3-6 m/s). Blade (bilah) dalam sebuah SKEA merupakan bagian yang langsung berinteraksi dengan angin serta mempunyai pengaruh besar terhadap performa SKEA. Dalam tugas akhir ini, akan dilakukan perancangan bilah berdasarkan besar daya yang dapat dibangkitkan. Luaran yang diharapkan dari tugas akhir ini berupa wujud visual dari bilah SKEA untuk kemudian diproduksi dan dilakukan pengujian.