// <![CDATA[PERHITUNGAN KAPASITAS GARDU INDUK DI WILAYAH BANDUNG TAHUN 2007 - 2016]]> Syahrial, MT SOENARJO, Ir LUCKY KURNIADI/ 11-2003-029 Penulis
Sebagai pusat pemerintahan propinsi Jabar, bandung mempunyai pertumbuhan di sektor usaha dan industri yang cukup tinggi. Konsumsi energi listrik untuk wilayah bandung (kotamadya dan kabupaten) ini dilayani oleh 13 buah Gardu Induk. Dengan melihat perkembangan usaha dan industri di wilayah bandung yang semakin mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, maka perlu adanya suatu perencanaan pemenuhan kebutuhan energi listrik jangka panjang di wilayah bandung. Prediksi kebutuhan energi listrik perlu dilakukan untuk mengetahui berapa besar konsumsi energi listrik di wilayah bandung pada tahun-tahun yang akan datang. Dalam melakukan perhitungan prediksi konsumsi energi listrik digunakan model univariate dan multivariate. Pada model univariate dilakukan pendekatan ekstrapolasi pencocokan kurva dasar fungsi konsumsi energi listrik terhadap waktu. Sedangkan pada model multivariate dilakukan model ekonometrik regresi linier berganda. Data-data yang dibutuhkan adalah konsumsi energi listrik sektoral kemudian data-data ekonomi dan kependudukan seperti PDRB, jumlah penduduk, rasio elektrifikasi, rasio kota, dan jumlah rumah tangga. Kemudian untuk memilih model yang terbaik dilakukan uji grafik dan uji statistik. Berdasarkan hasil prediksi konsumsi energi listrik sektoral, model yang paling mendekati kondisi riil kebutuhan energi listrik di wilayah bandung adalah model univariate. Sedangkan sektor yang paling banyak memberikan kontribusi di wilayah bandung pada tahun 2016 adalah sektor industri yaitu sebesar 45.89%, lalu 32.44 % pada sektor rumah tangga, 18 % sektor bisnis dan 3.67 % pada sektor publik. Kemudian Beban puncak rata-rata Gardu Induk Cigereleng dari tahun 2008 sampai tahun 2016 dengan menggunakan model I sebesar MW, sedangkan dengan menggunakan model II sebesar 179.197 MW. Sehingga perlunya penambahan kapasitas trafo sebesar 60 MVA di Gardu Induk Cigereleng, yaitu pada tahun 2008. Atau pembuatan Gardu Induk baru untuk melayani beban yang tidak terlayani oleh Gardu Induk Cigereleng yang mulai terjadi pada tahun 2008.