// <![CDATA[STUDI DAN ANALISA BREATHING PADA SISTEM SELULAR CDMA DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI]]> TEUKU HERIZAL/ 11-2000-131 Penulis Ir. SUYATO, M.Sc.
Studi atau kajian breathing pada sistem selular CDMA ini diawali dengan mencoba menguraikan dasar-dasar CDMA seperti konsep spread spectrum, konsep dasar CDMA, arsitektur jaringan, dan sifat-sifat CDMA. Selain itu juga dijelaskan mengenai fenomena breathing itu sendiri beserta perencanaan sel pada sistem CDMA. Pada akhirnya akan dilakukan simulasi dan analisa efek breathing pada sel CDMA untuk menggambarkan terjadinya fenomena breathing dengan lebih jelas. Sistem selular CDMA yang berbasis modulasi direct sequence spread spectrum ini memiliki keunggulan efisiensi frekuensi yang tinggi dan kapasitas paling besar dibandingkan dengan sistem akses jamak lainnya. Hal ini dapat dimungkinkan karena sistem CDMA menggunakan frekuensi yang sama pada semua sel atau sektor, namun keunggulan ini sekaligus juga merupakan kelemahan pada sistem tersebut. Penggunaan frekuensi yang sama pada semua sel dapat menyebabkan daya dari mobile station yang lemah tertutupi oleh daya dari mobile station yang lebih kuat, atau yang lebih dikenal dengan istilah ”near-far”. Masalah ini dapat diatasi dengan penggunaan Power Control. Namun apabila Power Control gagal bekerja secara sempurna dalam mengatasi masalah ”near-far” ini, efek breathing pun terjadi, yaitu gejala mengembang dan menyusutnya suatu sel CDMA.